BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode
dan Bentuk Penelitian
1. Metode
Penelitian
Agar penelitian yang dilakukan sesuai dengan tujuan yang
ditetapkan, maka diperlukan aturan dalam bentuk penelitian. Metode pada
dasarnya berarti cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Metode penelitian yang biasa digunakan ada 4
yaitu:
a)
Metode
Filosofis
b)
Metode
Deskriptif
c)
Metode
Historis
d)
Metode
Eksperimen
Berdasarkan masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini,
maka metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Metode eksperimen adalah prosedur penelitian yang dilakukan untuk
mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih, dengan mengendalikan
pengaruh variabel lain.
Definisi lain
mengenai metode eksperimen
adalah metode
penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakukan tertentu terhadap
yang lain dalam kondisi yang dikendalikan.
Berdasarkan kedua definisi diatas , maka peneliti berpendapat bahwa, metode eksperimen adalah prosedur
penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan variabel tertentu
terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang dikendalikan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
metode eksperimen karena
peneliti ingin melihat hubungan sebab akibat antar variabel yaitu pengaruh
model kooperatif tipe Team Games
Tournament terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri
1 Seponti.
2.
Bentuk Penelitian
Ada
empat bentuk penelitian yang dapat digunakan berdasarkan metode eksperimen,
yaitu:
a.
Pre-Experimental
Design (non design)
b.
True
Experimental Design
c.
Factorial
Design
d.
Quasi Experimental Design.
Berdasarkan empat bentuk penelitian di atas, bentuk
penelitian yang peneliti gunakan adalah True
experimental design. Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan bentuk atau desain penelitian True
Experimental Desaign. Dikatakan
true experimental (eksperimen yang sebenarnya/betul-betul) karena dalam hal ini peneliti dapat mengontrol semua variabel
luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal
(kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama
dari true experimental adalah bahwa, sampel yang digunakan untuk eksperimen
maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random (acak) dari populasi
tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel yang dipilih
secara random.
Dalam penelitian ini, bentuk atau desain Penelitian True
eksperimental Desaign yang digunakan adalah bentuk Posttest-Only Control Design. Bentuk penelitian eksperimen ini
hanya menggunakan post test atau tes akhir
dalam rencangan penelitiannya ketika mengumpul data pokok. Dalam desain
ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian kelompok pertama
diberi perlakuan (X) dan kelompok yang laintidak. Kelompok yang diberi
perlakuan dinamakan kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberikan
perlakuan disebut kelompok kontrol. Pengaruh adanya perlakuan (treatment)
adalah (O1-O2).
E
|
X
|
O1
|
K
|
O2
|
Keterangan:
E : Kelas Eksperimen
Perlakuan (Model Pembelajaran kooperatif
Tipe Team
Games Tournament)
K : kelas control, yang diajarkan dengan model
pembelajaran konvensional
O1 : Pengukuran akhir
hasi belajar kelompok perlakuan/eksperimen
O2 : Pengukuran akhir
hasil belajar kelompok kontrol
(Sugiyono, 2009: 72-76).
3.
Sifat Penelitian
Dalam penelitian
ini peneliti mengajar langsung pada kelas yang akan di teliti kemudian guru
juga dibantu oleh guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII SMP N 1 Seponti, dalam pelaksanaan penelitian ini sangat dibutuhkan teman sejawat untuk
membantu peneliti berkolaborasi, agar penelitian dapat dilakukan dengan baik.
Dalam hal ini,
peneliti akan bekerjasama dengan guru Ilmu Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII SMP N 1 Seponti Jaya dalam membuat perencanaan pembelajaran dan
mendiskusikan tentang model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) yang akan digunakan dalam pembelajaran, agar pada saat pembelajaran
tidak terjadi misskonsepsi ( Kesalah pahaman tentang konsep) dan pembelajaran yang akan dilaksanakan
sesuai dengan hasil yang diharapkan.
B. Populasi dan Sampel Penelitian
1.
Populasi
Penelitian
Populasi adalah
objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah yang dapat dijadikan sebagai
sumber data dalam penelitian. Maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas VIII SMP N I Seponti yang berjumlah 60 siswa.
Objek atau subjek
yang berada pada suatu wilayah yang dapat dijadikan sebagai sumber data dalam
penelitian ini
yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP N I Seponti yang berjumlah 60 siswa dijelaskan
dalam tabel III.I.berikut:
TABEL 3.1
DISTRIBUSI
POPULASI KELAS VIII SMP NEGERI I SEPONTI, 2015 MENURUT KELAS DAN JENIS KELAMIN
No
|
Kelas
|
Jumlah
|
Total
|
|
Laki-Laki
|
Perempuan
|
|||
1
|
VIIIA
|
14
|
16
|
30
|
2
|
VIIIB
|
16
|
14
|
30
|
Jumlah
|
30
|
30
|
60
|
|
Sumber : Tata Usaha SMP Negeri I Seponti, Tahun pelajaran 2015
2.
Sampel Penelitian
Jumlah populasi dalam penelitian ini relatif kecil yaitu kurang dari 100 siswa,
maka keseluruhan populasi diambil sebagai sumber data penelitian sehingga penelitian ini bersifat
penelitian populasi.
Oleh karena siswa kelas VIII SMP N I Seponti Jaya
yang terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas VIII A berjumlah 30 orang dan kelas VIII B berjumlah 30 orang. Dengan jumlah peserta
didik kelas VIII yang tidak banyak tersebut menjadi alasan
peneliti menjadikan seluruh peserta didik kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri I Seponti Jaya sebagai
sumber data atau populasi dalam penelitian. Sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh
populasi yaitu peserta didik kelas VIII Sekolah Menengah Pertama
Negeri I Seponti. yang
berjumlah 60 orang.
C. Prosedur Penelitian
Untuk mengantisipasi
berbagai masalah yang mungkin akan muncul saat penelitian berlangsung, maka
terlebih dahulu disusun prosedur penelitian. Langkah-langkah penelitian tampak dalam gambar III.I berikut ini.
|
Kelompok Eksperimen
Diskusi
Menggunakan Tipe Team Games
Tournament (TGT)
Konstitusi
yang digunakan dan berlaku di Indonesia
|
|
Kelompok Kontrol
Diskusi
Menggunakan Bukan Tipe Team Games Tournament (TGT)
Konstitusi
yang digunakan dan berlaku di Indonesia
|
|
POST TEST
|
Gambar III.I
Langkah-langkah Penelitian
Prosedur penelitian yang
akan dilaksanakan saat penelitian adalah sebagai berikut.
1.
Tahap Persiapan
a.
Melakukan observasi ke sekolah mitra
penelitian, yaitu Sekolah Menengah
Pertama Negeri (SMPN) I Seponti Jaya .
Berdiskusi dengan guru mata pelajaran PPKn
kelas
VIII tentang
bagaimana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan.
b.
Menyiapkan perangkat pembelajaran berupa
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS).
c.
Menyiapkan instrument penelitian, seperti
membuat soal test yang sesuai dengan materi dan tujuan yang akan yang
diajarkan, menyiapkan lembar observasi guru, serta menyiapkan media
pembelajaran yang sesuai dengan materi serta RPP yang telah disiapkan.
Pemilihan dan penentuan instrumen yang dibuat disesuaikan dengan kurikulum 2013 serta sumber belajar yang digunakan oleh
sekolah pada masa sekarang.
d.
Melakukan validitas instrument penelitian.
e.
Mengujicobakan soal pre-test dan post-test
pada sekolah lain untuk diuji reliabilitasnya, yaitu di Sekolah Menengah Pertama Negeri
III Seponti Jaya .
f.
Menganalisis data hasil uji coba.
g.
Merevisi
instrumen penelitian berdasarkan hasil uji coba.
h.
Menentukan jadwal penelitian yang akan
dilakukan dan disesuaikan dengan jadwal pelajaran PKn kelas VIII yang ada di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Seponti Jaya.
2.
Tahap Pelaksanaan
a.
Memberikan test, kemudian peneliti
melaksanakan pembelajaran PKn
dengan
memberikan perlakuan (model kooperatif tipe Team
Games Tournament) di kelas eksperimen dan pembelajaran tanpa diberikan
perlakuan di kelas kontrol.
b.
Memberikan post-test yang berupa soal-soal
yang telah dipersiapkan oleh peneliti.
c.
Melakukan analisis data, dengan mengolah data
yang telah diperoleh dari hasil tes soal yang diberikan kepada objek
penelitian, kemudian membuat kesimpulan hasil penelitian dan menyusun laporan.
3.
Tahap Akhir
a.
Mengolah data yang diperoleh dengan uji
statistik yang sesuai untuk menjawab hipotesis dan permasalahan penelitian.
b.
Mendeskripsikan dan menganalisis hasil
pengolahan data serta menyimpulkan jawaban dari masalah dalam penelitian.
c.
Membuat kesimpulan.
D. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data
1.
Teknik
Pengumpul Data
Pengumpulan data
merupakan langkah penting dalam suatu penelitian untuk memperoleh data yang
diperlukan. Data yang diperoleh haruslah merupakan data yang akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh karena itu dipergunakan teknik dan
alat pengumpul data yang tepat.“Pengumpulan data adalah prosedur yang
sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode
mengumpulkan data dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan,” Moh. Nazir
(dalam Arikunto, 2006).
Hadari Nawawi
(dalam Purwanto, 2011) mengatakan bahwa ada 6 macam teknik penelitian sebagai
alat pengumpul data yaitu :
a) Teknik observasi langsung
b) Teknik observasi tidak langsung
c) Teknik komunikasi langsung
d) Teknik komunikasi tidak langsung
e) Teknik studi documenter
f) Teknik pengukuran
Berdasarkan pendapat di atas, teknik pengumpul data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teknik observasi langsung, teknik, teknik studi
documenter dan teknik pengukuran .
Berikut akan dijelaskan dari ketiga teknik di atas
:
a.
Teknik
observasi langsung
Teknik observasi
langsung adalah cara untuk mengumpul data yang dilakukan melalui pengamatan dan
pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian yang pelaksanaannya
langsung pada tempat dimana suatu peristiwa, keadaan atau situasi sedang terjadi
menggunakan pedoman dan pencatatan data berupa pedoman observasi.
Berdasarkan pengertian tersebut, observasi merupakan
salah satu metode untuk mendapatkan data. Jadi teknik observasi langsung
merupakan cara untuk mengumpulkan data yang dilakukan melalui pengamatan dan
pencatatan langsung yang tampak pada objek penelitian. Teknik observasi
langsung dilakukan pada saat guru melaksanakan pembelajaran di kelas saat
menyampaikan dan menggunakan metode pembelajaran di kelas.
b.
Teknik
Pengukuran
Purwanto (2007:227)
“Mengukur adalah kegiatan membandingkan sesuatu yang diukur dengan alat
ukurnya”. Pengumpulan data menggunakan alat ukur dimaksudkan agar data dapat
diperoleh secara objektif karena penyerahan kewenangan pengukur kepada alat
ukur menutup kesempatan peneliti memasukkan subjektivitasnya.
c.
Teknik
studi dokumenter
Teknik ini adalah
cara mengumpulkan data melalui dokumen-dokumen yang diperlukan dalam melengkapi
data yang berhubungan dengan penyelidikan, yaitu nilai ulangan formatif.
Dalam menggunakan
salah satu teknik di atas perlu mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya
tenaga, biaya, waktu, alat, dan validitasnya.
2.
Alat
Pengumpul Data
Sesuai dengan
teknik pengumpulan data di atas, maka alat pengumpul data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.
Panduan
observasi
Panduan Observasi
dipergunakan dalam teknik observasi langsung, yakni untuk melihat atau
mengamati apa yang diperoleh siswa di dalam kelas. Penulis menggunakan pendoman
observasi sebagai alat pengumpul data. Data
yang diperoleh melalui observasi ini tidak diolah secara statistik, tetapi
dianalisis guna mendukung atau melengkapi data yang diperoleh melalui
wawancara.
b.
Tes hasil belajar
Riduwan (dalam Sudjana, 2005) tes sebagai instrument
pengumpulan data adalah serangkaian pertanyaan/latihan yang digunakan untuk
mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang
dimiliki individu/kelompok. Menurut Allen Philips (dalam Sri Esti Wuryani
Djiwandono, 2006) A test is commonly
difined as a tool or instrument of measurement that is used to obtain data
about a specific trait or characteristic of an individual or group. ( Test
biasanya diartikan sebagai alat atau instrument dari pengukuran yang digunakan
untuk memperoleh data tentang suatu karakteristik atau ciri yang spesifik dari
individu atau kelompok ).
Sri Esti Wuryani Djiwandono (2006:403) mengatakan
“sifat-sifat tes yang baik memiliki ciri-ciri yang terutama meliputi validitas
dan reliabilitas”.
Dari pendapat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1)
Validitas
Validitas menunjukkan pada penyesuaian alat pengukur
dengan tujuan yang hendak di ukur. Tes dikatakan memiliki validitas apabila tes
itu betul-betul mengukur apa yang hendak diukur.
Validitas terpisah dalam dua bentuk, yaitu validitas
logis yang terdiri dari validitas isi (content
validity) dan validitas konstruk (construct
validity), serta validitas empiris yang terdiri dari validitas kriteria
atau dikenal sebagai validitas kesamaan waktu (concurrent validity) dan validitas peramalan (predictive validity).
a)
Validitas isi
Validitas
isi menuntut adanya kesesuaian isi antara kemampuan yang ingin diukur dan tes
yang digunakan untuk mengukurnya. Kesesuaian itu tercermin pada jenis kemampuan
yang dituntut untuk mengerjakan tes, dibandingkan dengan jenis kemampuan yang
dijadikan sasaran pengukuran.
2)
Reliabilitas
Reliabel artinya dapat dipercaya. Tes dapat dikatakan
mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan
hasil yang tetap (ajeg).
Sudjana (2004:173),
mengatakan kriteria tes yang baik ada 4 yaitu validitas, reliabilitas, daya
beda dan indek kesukaran.
Dari pendapat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut
:
1)
Kesahihan/ Validitas
Sebelum soal tes ini dipakai harus diuji coba dahulu,
selanjutnya dilakukan pengujian validitas yang terdiri dari:
Validitas isi dan kontruk, validitas ini dilakukan
bertujuan untuk menentukan kesesuaian antara soal dengan materi ajar dengan
tujuan yang ingin diukur atau dengan kisi-kisi yang kita buat. Validitas ini
dilakukan dengan meminta pertimbangan dari para ahli (pakar) dalam bidang
evaluasi atau ahli dalam bidang sedang diuji.
Validitas Prediksi, validitas ini dimaksudkan agar hasil
tes mampu memprediksi keberhasilan peserta didik dikemudian hari, misalnya
ujian masuk atau tes seleksi.
Validitas Empiris (kriterium),
Validitas ini bertujuan untuk menentukan tingkat kehandalan soal adalah
validitas bandingan (concurent validiti).
Dalam penentuan tingkat validitas butir soal digunakan korelasi produc moment pearson dengan mengkorelasikan antara skor
yang didapat siswa pada suatu butir soal dengan skor total yang didapat.
c.
Dokumen-dokumen (Silabus, RPP dan Hasil ulangan harian /hasil tes formatif).
Studi dokumen ini sangat erat kaitannya dengan usaha
pembuktian fakta yang diperoleh melalui wawancara.Dokumen artinya setiap bahan
tertulis atau tidak tertulis (film.Video dll) yang dapat membuktikan suatu
kejadian atau peristiwa sesuai dengan data dan fakta yang ada. Adapun dokumen yang digunakan untuk pengumpulan
data dalam penelitian ini diantarnya adalah Silabus, RPP, dan Hasil nilai
ulangan harian (formatif).
E. Analisis Data
Analisis data adalah kegiatan mengelompokkan data
berdasarkan variabel dan jenis responden,
mentabulasi data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti,
melakukan perhitungan untuk menguji
hipotesis yang telah diajukan.
Data
dalam penelitian ini diperoleh data
dari mulai observasi langsung pada obyek penelitian untuk mengungkapkan sejauh mana peningkatan
pemahaman siswa. Observasi langsung
dilaksanakan pada kondisi awal pembelajaran di dalam kelas dan pada saat diberikan perlakuan.
Tujuan
analisis dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data kepastian apakah terjadi pengaruh pelaksanaan
model
kooperatif tipe Team Games Tournament
terhadap pemerolehan belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan dikelas VIII.
Analisis
data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Pada akhir pembelajaran dilakukan penilaian terhadap hasil tes yang
dicapai oleh peserta didik. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskriptifkan atau menggambarkan data yang
telah terkumpul sebagaimana
adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
Data yang
diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui post
test untuk menjawab masalah dalam penelitian. Adapun pengolahan data yang sudah
diperoleh tersebut, dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)
Untuk
menjawab sub masalah 1 dan 2, yakni menggunakan statistik deskriptif.
Untuk mencari rata-rata skor maupun rata-rata nilai, baik kelas kontrol
maupun kelas eksperimen, dapat dicari dengan rumus rata-rata (mean):
Keterangan:
Kriteria
nilai rata-rata dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
80 – 100 :
Baik Sekali
66 – 79 : Baik
5 – 65 : Cukup
40 – 55 : Kurang
30 – 39 : Gagal
(Suharsimi Arikonto, dalam Febri Susanto, 2013:56)
2) Menguji normalitas data
yang diperoleh dari kelas kontrol dan kelas eksperimen digunakan
uji statistic parametric dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Menguji
Normalitas distribusi populasi sebagai berikut:
1) Mencari
rata-rata (X)
∑x1 = skor
siswa
n = Jumlah siswa
2) Mencari
Standar Deviasi (SD)
3) Membuat
daftar frekuensi observasi dan frekuensi ekspektasi
a. Menentukan
banyaknya kelas (K)
K = 1 + 3,3 log n
b. Menentukan
panjang kelas (P)
R = Rentang (data terbesar – data terkecil)
c. Menentukan
frekuensi observasi (fe)
d. Menentukan
batas kelas (bk)
e. Menentukan
nilai transformasi normal standar dari batas kelas (Z)
f. Menentukan
luas tiap kelas interval (L) dengan menggunakan daftar Z
g. Menentukan
frekuensi ekspaktasi (Fe)
Fe = n x L
4) Menentukan
nilai X2 (Chi Kuadrat)
5) Menentukan
derajat kebebasan (db)
6) Menentukan
nilai X2 (Chi Kuadrat) dari
daftar
7) Menentukan
normalitas populasi
Jika X2hitung< X2
Tabel, maka populasi berdistribusi normal
Jika X2hitung ≥ X2
Tabel, maka populasi tidak berdistribusi normal
8) Jika
kedua kelompok berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan mengetes
homogenitas variansnya.
Diuji dengan menggunakan
Langkah-langkahnya:
a. Menghitung
varians terbesar dan varians terkecil untuk mencari F hitung
b. Bandingkan
nilai F hitung dengan
F table
Dengan rumus db pembilang = n – 1
dbpenyebut = n –
1
c. Kriteria
pengujian
Jika: F hitung ≤ F
table, data homogen
Jika: F hitung > F table,
data tidak homogen
9) Jika
datanya berdistribusi normal dan datanya homogen maka dilanjutkan dengan uji t, dengan menggunakan rumus uji – t
sampel terpisah (Independen):
Keterangan:
t= nilai uji – t yang dicari.
n1 =
jumlah data kelas eksperimen
n2
= jumlah data kelas control
3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model
kooperatif tipe Team Game Tournament
(TGT) maka digunakan rumus effect
size berikut
Keterangan:
ES = Efect Size:
Xe = Rata-rata hitung kelas
eksperimen
Xc = Rata-rata
hitung kelas kontrol
Sc+e = Standar
Deviasi kelas kontrol dan kelas eksperimen
Dengan kriteria sebagai berikut:
ES < 0,2 : digolongkan
rendah
0,2 ≤ ES < 0,8 : digolongkan
sedang
ES ≥ 0,8 : digolongkan
tinggi
(Sutrisno dalam Yanti
Rusmita, 2009:56)