Minggu, 31 Desember 2017

BAB III METODOLOGI PENELITIAN EKSPERIMEN

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.  Metode dan Bentuk Penelitian
1.    Metode Penelitian
Agar penelitian yang dilakukan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, maka diperlukan aturan dalam bentuk penelitian. Metode pada dasarnya berarti cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Metode penelitian yang biasa digunakan ada 4 yaitu:
a)    Metode Filosofis
b)   Metode Deskriptif
c)    Metode Historis
d)   Metode Eksperimen
Berdasarkan masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Metode eksperimen adalah prosedur penelitian yang dilakukan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih, dengan mengendalikan pengaruh variabel lain.
Definisi lain mengenai metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakukan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang dikendalikan.
Berdasarkan kedua definisi diatas , maka peneliti berpendapat bahwa, metode eksperimen adalah prosedur penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang dikendalikan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode eksperimen karena peneliti ingin melihat hubungan sebab akibat antar variabel yaitu pengaruh model kooperatif tipe Team Games Tournament terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII Sekolah Menengah Pertama  Negeri 1 Seponti. 
2.    Bentuk Penelitian
Ada empat bentuk penelitian yang dapat digunakan berdasarkan metode eksperimen, yaitu:
a.     Pre-Experimental Design (non design)
b.    True Experimental Design
c.    Factorial Design
d.    Quasi Experimental Design.
Berdasarkan empat bentuk penelitian di atas, bentuk penelitian yang peneliti gunakan adalah True experimental design. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk atau desain penelitian True Experimental Desaign. Dikatakan true experimental (eksperimen yang sebenarnya/betul-betul) karena dalam hal  ini peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari true experimental adalah bahwa, sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random (acak) dari populasi tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel yang dipilih secara random.
Dalam penelitian ini, bentuk atau desain Penelitian True eksperimental Desaign yang digunakan adalah bentuk Posttest-Only Control Design. Bentuk penelitian eksperimen ini hanya menggunakan post test atau tes akhir  dalam rencangan penelitiannya ketika mengumpul data pokok. Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok yang laintidak. Kelompok yang diberi perlakuan dinamakan kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberikan perlakuan disebut kelompok kontrol. Pengaruh adanya perlakuan (treatment) adalah (O1-O2).
E
X
O1
K

O2
Keterangan:
E  :    Kelas Eksperimen Perlakuan (Model Pembelajaran kooperatif Tipe                           Team Games Tournament)
K  :    kelas control, yang diajarkan dengan model pembelajaran                                         konvensional
O1      :                                Pengukuran akhir hasi belajar kelompok perlakuan/eksperimen
O2     :                                Pengukuran akhir hasil belajar kelompok kontrol
(Sugiyono, 2009: 72-76).
3.    Sifat Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti mengajar langsung pada kelas yang akan di teliti kemudian guru juga dibantu oleh guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII SMP N 1 Seponti, dalam pelaksanaan penelitian ini sangat dibutuhkan teman sejawat untuk membantu peneliti berkolaborasi, agar penelitian dapat dilakukan dengan baik.
Dalam hal ini, peneliti akan bekerjasama dengan guru Ilmu Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII SMP N 1 Seponti Jaya dalam membuat perencanaan pembelajaran dan mendiskusikan tentang model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) yang akan digunakan dalam pembelajaran, agar pada saat pembelajaran tidak terjadi misskonsepsi ( Kesalah pahaman tentang konsep) dan pembelajaran yang akan dilaksanakan sesuai dengan hasil yang diharapkan.
B.  Populasi dan Sampel Penelitian  
1.    Populasi Penelitian   
Populasi adalah objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah yang dapat dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian. Maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N I Seponti yang berjumlah 60 siswa.
Objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah yang dapat dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP N I Seponti yang berjumlah 60 siswa dijelaskan dalam tabel III.I.berikut:








TABEL 3.1

DISTRIBUSI POPULASI KELAS VIII SMP NEGERI I SEPONTI, 2015 MENURUT KELAS DAN JENIS KELAMIN

No

Kelas
Jumlah

Total
Laki-Laki
Perempuan
1
VIIIA
14
16
30
2
VIIIB
16
14
30

Jumlah
30
30
60
            Sumber : Tata Usaha SMP Negeri I Seponti, Tahun pelajaran 2015
2.    Sampel Penelitian  
Jumlah populasi dalam penelitian ini relatif kecil yaitu kurang dari 100 siswa, maka keseluruhan populasi diambil sebagai sumber data penelitian sehingga penelitian ini bersifat penelitian populasi.
Oleh karena siswa kelas VIII SMP N I Seponti Jaya yang terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas VIII A berjumlah 30 orang dan kelas VIII B berjumlah 30 orang. Dengan jumlah peserta didik kelas VIII  yang tidak banyak tersebut menjadi alasan peneliti menjadikan seluruh peserta didik kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri I Seponti Jaya sebagai sumber data atau populasi dalam penelitian. Sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu peserta didik kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri I Seponti. yang berjumlah 60 orang.
C.  Prosedur Penelitian
Untuk mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin akan muncul saat penelitian berlangsung, maka terlebih dahulu disusun prosedur penelitian. Langkah-langkah penelitian tampak dalam gambar III.I berikut ini.

Kelompok Eksperimen
Diskusi Menggunakan Tipe Team Games Tournament (TGT)
Konstitusi yang digunakan dan berlaku di Indonesia


Kelompok Kontrol
Diskusi Menggunakan Bukan Tipe Team Games Tournament (TGT)
Konstitusi yang digunakan dan berlaku di Indonesia


POST TEST
 











Gambar III.I
Langkah-langkah Penelitian

Prosedur penelitian yang akan dilaksanakan saat penelitian adalah sebagai berikut.
1.    Tahap Persiapan
a.    Melakukan observasi ke sekolah mitra penelitian, yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Seponti Jaya . Berdiskusi dengan guru mata pelajaran PPKn kelas VIII tentang bagaimana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan.
b.    Menyiapkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS).
c.    Menyiapkan instrument penelitian, seperti membuat soal test yang sesuai dengan materi dan tujuan yang akan yang diajarkan, menyiapkan lembar observasi guru, serta menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi serta RPP yang telah disiapkan. Pemilihan dan penentuan instrumen yang dibuat disesuaikan dengan kurikulum 2013 serta sumber belajar yang digunakan oleh sekolah pada masa sekarang.
d.   Melakukan validitas instrument penelitian.
e.    Mengujicobakan soal pre-test dan post-test pada sekolah lain untuk diuji reliabilitasnya, yaitu di Sekolah Menengah Pertama Negeri III Seponti Jaya .
f.     Menganalisis data hasil uji coba.
g.    Merevisi instrumen penelitian berdasarkan hasil uji coba.
h.    Menentukan jadwal penelitian yang akan dilakukan dan disesuaikan dengan jadwal pelajaran PKn kelas VIII yang ada di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Seponti Jaya.
2.    Tahap Pelaksanaan
a.    Memberikan test, kemudian peneliti melaksanakan pembelajaran PKn dengan memberikan perlakuan (model kooperatif tipe Team Games Tournament) di kelas eksperimen dan pembelajaran tanpa diberikan perlakuan di kelas kontrol.
b.    Memberikan post-test yang berupa soal-soal yang telah dipersiapkan oleh peneliti.
c.    Melakukan analisis data, dengan mengolah data yang telah diperoleh dari hasil tes soal yang diberikan kepada objek penelitian, kemudian membuat kesimpulan hasil penelitian dan menyusun laporan.

3.    Tahap Akhir
a.    Mengolah data yang diperoleh dengan uji statistik yang sesuai untuk menjawab hipotesis dan permasalahan penelitian.
b.    Mendeskripsikan dan menganalisis hasil pengolahan data serta menyimpulkan jawaban dari masalah dalam penelitian.
c.    Membuat kesimpulan.

D.  Teknik Dan Alat Pengumpulan Data
1.        Teknik Pengumpul Data
Pengumpulan data merupakan langkah penting dalam suatu penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan. Data yang diperoleh haruslah merupakan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh karena itu dipergunakan teknik dan alat pengumpul data yang tepat.“Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.  Selalu ada hubungan antara metode mengumpulkan data dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan,” Moh. Nazir (dalam Arikunto, 2006).
Hadari Nawawi (dalam Purwanto, 2011) mengatakan bahwa ada 6 macam teknik penelitian sebagai alat pengumpul data yaitu :
a)    Teknik observasi langsung
b)   Teknik observasi tidak langsung
c)    Teknik komunikasi langsung
d)   Teknik komunikasi tidak langsung
e)    Teknik studi documenter
f)    Teknik pengukuran

Berdasarkan pendapat di atas, teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi langsung, teknik, teknik studi documenter dan teknik pengukuran .
Berikut akan dijelaskan dari ketiga teknik di atas :
a.    Teknik observasi langsung
Teknik observasi langsung adalah cara untuk mengumpul data yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian yang pelaksanaannya langsung pada tempat dimana suatu peristiwa, keadaan atau situasi sedang terjadi menggunakan pedoman dan pencatatan data berupa pedoman observasi.
Berdasarkan pengertian tersebut, observasi merupakan salah satu metode untuk mendapatkan data. Jadi teknik observasi langsung merupakan cara untuk mengumpulkan data yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan langsung yang tampak pada objek penelitian. Teknik observasi langsung dilakukan pada saat guru melaksanakan pembelajaran di kelas saat menyampaikan dan menggunakan metode pembelajaran di kelas.
b.      Teknik Pengukuran
Purwanto (2007:227) “Mengukur adalah kegiatan membandingkan sesuatu yang diukur dengan alat ukurnya”. Pengumpulan data menggunakan alat ukur dimaksudkan agar data dapat diperoleh secara objektif karena penyerahan kewenangan pengukur kepada alat ukur menutup kesempatan peneliti memasukkan subjektivitasnya.
c.       Teknik studi dokumenter
Teknik ini adalah cara mengumpulkan data melalui dokumen-dokumen yang diperlukan dalam melengkapi data yang berhubungan dengan penyelidikan, yaitu nilai ulangan formatif.
Dalam menggunakan salah satu teknik di atas perlu mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya tenaga, biaya, waktu, alat, dan validitasnya.
2.      Alat Pengumpul Data
Sesuai dengan teknik pengumpulan data di atas, maka alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Panduan observasi
Panduan Observasi dipergunakan dalam teknik observasi langsung, yakni untuk melihat atau mengamati apa yang diperoleh siswa di dalam kelas. Penulis menggunakan pendoman observasi sebagai alat pengumpul data.  Data yang diperoleh melalui observasi ini tidak diolah secara statistik, tetapi dianalisis guna mendukung atau melengkapi data yang diperoleh melalui wawancara.
b.      Tes hasil belajar
Riduwan (dalam Sudjana, 2005) tes sebagai instrument pengumpulan data adalah serangkaian pertanyaan/latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu/kelompok. Menurut Allen Philips (dalam Sri Esti Wuryani Djiwandono, 2006) A test is commonly difined as a tool or instrument of measurement that is used to obtain data about a specific trait or characteristic of an individual or group. ( Test biasanya diartikan sebagai alat atau instrument dari pengukuran yang digunakan untuk memperoleh data tentang suatu karakteristik atau ciri yang spesifik dari individu atau kelompok ).
Sri Esti Wuryani Djiwandono (2006:403) mengatakan “sifat-sifat tes yang baik memiliki ciri-ciri yang terutama meliputi validitas dan reliabilitas”.
Dari pendapat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1)        Validitas
Validitas menunjukkan pada penyesuaian alat pengukur dengan tujuan yang hendak di ukur. Tes dikatakan memiliki validitas apabila tes itu betul-betul mengukur apa yang hendak diukur.
Validitas terpisah dalam dua bentuk, yaitu validitas logis yang terdiri dari validitas isi (content validity) dan validitas konstruk (construct validity), serta validitas empiris yang terdiri dari validitas kriteria atau dikenal sebagai validitas kesamaan waktu (concurrent validity) dan validitas peramalan (predictive validity).
a)      Validitas isi
Validitas isi menuntut adanya kesesuaian isi antara kemampuan yang ingin diukur dan tes yang digunakan untuk mengukurnya. Kesesuaian itu tercermin pada jenis kemampuan yang dituntut untuk mengerjakan tes, dibandingkan dengan jenis kemampuan yang dijadikan sasaran pengukuran.
2)      Reliabilitas
Reliabel artinya dapat dipercaya. Tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap (ajeg).
Sudjana (2004:173), mengatakan kriteria tes yang baik ada 4 yaitu validitas, reliabilitas, daya beda dan indek kesukaran.
Dari pendapat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1)        Kesahihan/ Validitas
Sebelum soal tes ini dipakai harus diuji coba dahulu, selanjutnya dilakukan pengujian validitas yang terdiri dari:
Validitas isi dan kontruk, validitas ini dilakukan bertujuan untuk menentukan kesesuaian antara soal dengan materi ajar dengan tujuan yang ingin diukur atau dengan kisi-kisi yang kita buat. Validitas ini dilakukan dengan meminta pertimbangan dari para ahli (pakar) dalam bidang evaluasi atau ahli dalam bidang sedang diuji.
Validitas Prediksi, validitas ini dimaksudkan agar hasil tes mampu memprediksi keberhasilan peserta didik dikemudian hari, misalnya ujian masuk atau tes seleksi.
Validitas Empiris (kriterium), Validitas ini bertujuan untuk menentukan tingkat kehandalan soal adalah validitas bandingan (concurent validiti). Dalam penentuan tingkat validitas butir soal digunakan korelasi produc moment pearson dengan mengkorelasikan antara skor yang didapat siswa pada suatu butir soal dengan skor total yang didapat.
c.       Dokumen-dokumen (Silabus, RPP dan Hasil ulangan harian /hasil tes formatif).
Studi dokumen ini sangat erat kaitannya dengan usaha pembuktian fakta yang diperoleh melalui wawancara.Dokumen artinya setiap bahan tertulis atau tidak tertulis (film.Video dll) yang dapat membuktikan suatu kejadian atau peristiwa sesuai dengan data dan fakta yang ada. Adapun dokumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini diantarnya adalah Silabus, RPP, dan Hasil nilai ulangan harian (formatif).
E.  Analisis Data
Analisis data adalah kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.
Data dalam penelitian ini diperoleh data dari mulai observasi langsung pada obyek penelitian untuk mengungkapkan sejauh mana peningkatan pemahaman siswa. Observasi langsung dilaksanakan pada kondisi awal pembelajaran di dalam kelas dan pada saat diberikan perlakuan.
Tujuan analisis dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data kepastian apakah terjadi pengaruh  pelaksanaan model kooperatif tipe Team Games Tournament terhadap pemerolehan belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dikelas VIII.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Pada akhir pembelajaran dilakukan penilaian terhadap hasil tes yang dicapai oleh peserta didik. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskriptifkan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
Data yang  diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui post test untuk menjawab masalah dalam penelitian. Adapun pengolahan data yang sudah diperoleh tersebut, dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)      Untuk menjawab sub masalah 1 dan 2, yakni menggunakan statistik deskriptif.
Untuk mencari rata-rata skor maupun rata-rata nilai, baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen, dapat dicari dengan rumus  rata-rata (mean):
Keterangan:
 rata-rata skor/ nilai yang dicari
 jumlah keseluruhan skor/ nilai
 jumlah sampel/ siswa (kelas kontrol/ eksperimen)
Kriteria nilai rata-rata dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
80 – 100         : Baik Sekali
66 – 79           : Baik
5 – 65             : Cukup
40 – 55           : Kurang
30 – 39           : Gagal
(Suharsimi Arikonto, dalam Febri Susanto, 2013:56)
2)      Menguji normalitas data yang diperoleh dari kelas kontrol dan kelas eksperimen digunakan uji statistic parametric dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a)      Menguji Normalitas distribusi populasi sebagai berikut:
1)      Mencari rata-rata (X)
∑x1   =    skor siswa
n       =    Jumlah siswa
2)      Mencari Standar Deviasi (SD)
3)      Membuat daftar frekuensi observasi dan frekuensi ekspektasi
a.       Menentukan banyaknya kelas (K)
K = 1 + 3,3 log n
b.      Menentukan panjang kelas (P)
R = Rentang (data terbesar – data terkecil)
c.       Menentukan frekuensi observasi (fe)
d.      Menentukan batas kelas (bk)
e.       Menentukan nilai transformasi normal standar dari batas kelas (Z)
f.       Menentukan luas tiap kelas interval (L) dengan menggunakan daftar Z
g.      Menentukan frekuensi ekspaktasi (Fe)
Fe = n x L
4)      Menentukan nilai X2 (Chi Kuadrat)
5)      Menentukan derajat kebebasan (db)
6)      Menentukan nilai X2 (Chi Kuadrat) dari daftar
7)      Menentukan normalitas populasi
Jika X2hitung< X2 Tabel, maka populasi berdistribusi normal
Jika X2hitung ≥ X2 Tabel, maka populasi tidak berdistribusi normal
8)      Jika kedua kelompok berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan mengetes homogenitas variansnya.
Diuji dengan menggunakan
Langkah-langkahnya:
a.       Menghitung varians terbesar dan varians terkecil untuk mencari F hitung
b.      Bandingkan nilai F hitung dengan F table
Dengan rumus db pembilang = n – 1
                                dbpenyebut = n – 1
c.       Kriteria pengujian
Jika: F hitung ≤ F table,  data homogen
Jika: F hitung > F table, data tidak homogen
9)      Jika datanya berdistribusi normal dan datanya homogen maka dilanjutkan dengan uji t, dengan menggunakan rumus uji – t sampel terpisah (Independen):
Keterangan:
t=  nilai uji – t yang dicari.
rata-rata hasil post test kelas eksperimen
rata-rata hasil post test kelas kontrol
standar deviasi kelas eksperimen
standar deviasi kelas kontrol
 n1 = jumlah data kelas eksperimen
 n2 = jumlah data kelas control
3.      Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) maka digunakan rumus effect size berikut
Keterangan:
ES         =  Efect Size:
Xe          =  Rata-rata hitung kelas eksperimen
Xc          =  Rata-rata hitung kelas kontrol
Sc+e        =  Standar Deviasi kelas kontrol dan kelas eksperimen
Dengan kriteria sebagai berikut:
ES < 0,2            : digolongkan rendah
0,2 ≤ ES < 0,8 :  digolongkan sedang
ES ≥ 0,8            :  digolongkan tinggi
(Sutrisno dalam Yanti Rusmita, 2009:56)


dinamisenakblogspot.com
babiiiskripsi.blogspot.com














Tidak ada komentar:

Posting Komentar