BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
dinamisenakblogspot.com,
babiiiskripsi.blogspot.com
A.
Metodologi
Penelitian
1.
Metode
Penelitian dan Bentuk Penelitian
Agar penelitian ini lebih
terarah untuk memecahkan masalah dalam penelitian perlu dipilih metode dan
bentuk penelitian yang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Untuk memperjelas tentang metode dan bentuk penelitian
ini akan diuraikan sebagai berikut :
a. Metode
Penelitian
Metode pada dasarnya berarti
cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini yang dimaksud
adalah cara untuk mencapai tujuan penelitian. Untuk mewujudkan penelitian
sesuai dengan apa yang diharapkan diperlukan cara-cara tertentu secara tepat.
Maka metode yang digunakan
adalah metode penelitian tindakan (action
research). Sanjaya, (2011:25) menyatakan “Penelitian tindakan
adalah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas
tindakan melalui proses diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan
mempelajari pengaruh yang ditimbulkan”. Hal senada juga diungkapkan
oleh Dede Rahmat Hidayat dan Aip Badrujaman, (2011:12), mengemukan bahwa:
“Penelitian Tindakan pada
hakikatnya berupa perangkat-perangkat atau untaian-untaian dengan satu
perangkat yang terdiri dari empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan,
pengamatan, dan refleksi. Keempat komponen tersebut dipandang sebagai satu
siklus penelitian tindakan. Dengan demikian, pengertian siklus pada penelitian
tindakan adalah suatu putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan, tindakan,
pengamatan, dan refleksi”.
Beberapa pendapat para ahli di atas, dapat penulis simpulkan
bahwa metode Penelitian tindakan ialah
suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai
tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti, sejak
disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan nyata didalam
kelas yang berupa kegiatan belajar-mengajar, untuk memperbaiki kondisi
pembelajaran yang dilakukan.
Dipilihnya metode Penelitian tindakan dalam penelitian ini karena dianggap tepat
untuk mengungkapkan yang terjadi dilapangan yaitu upaya guru meningkatkan hasil belajar siswa dengan
menggunakan metode pembelajaran demonstrasi pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya.
b. Bentuk
Penelitian
Dalam
penelitian ini menggunakan bentuk penelitian tindakan kelas. Kristiyanto
(2010:17-18) Penelitian Tindakan Kelas adalah :
Suatu bentuk
kajian yang bersifat reflektif dan dilakukan utuk meningkatkan kemampuan rasional dari
tindakan-tindakan guru dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap
tindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki kondisi dimana proses pembelajaran pendidikan tersebut dilakukan,
dimulai dari adanya perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi untuk
setiap siklusnya.
Hamdani,
(2011:326) mengemukakan bahwa
“Penelitian tindakan Kelas (PTK) merupakan merupakan kegiatan ilmiah
yang mampu merefleksikan kegiatan pembelajaran di kelas melalui penelitian
ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan dengan prosedur dan persyaratan yang
bisa dilakukan seorang guru tanpa mengurangi perhatianya pada kelas dan
prestasi siswa. Dapat disimpulkan bahwa PTK
adalah suatu penelitian dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, dan
perefleksian. Dalam penelitian ini tidak hanya dapat dilakukan oleh guru sebagai
indvidu yang mempunyai tugas untuk memajukan pendidikan. Akan tetapi dapat juga
dilakukan oleh para pemerhati kemajuan pendidikan misalnya yaitu mahasiswa yang
berspesifikasi keilmuan dibidang keguruan dan pendidikan.
PTK sebagai bentuk penelitian dengan pertimbangan PTK merupakan
penelitian yang memiliki potensi yang sangat besar apabila dalam
implementasinya terlaksana dengan baik. Penelitian Tindakan Kelas berupaya
mengungkapkan dan memecahkan masalah-masalah yang terus berkembang dalam
pendidikan dan pembelajaran. Oleh karena itu, temuan-temuan selama dalam
penelitian diharapkan guru mampu untuk melakukan tindakan-tindakan bermakna
yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah dan perbaikan dalam pembelajaran.
B.
Subjek
Penelitian
Dalam
sebuah penelitian, subjek penelitian memiliki peran yang sangat strategis,
subjek penelitian merupakan individu, benda atau organisme yang dijadikan
sumber informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian. Moleong
(2010: 132) “subjek peneltian adalah sebagai informan yang artimya orang pada latar penelitian yang
dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar
penelitian, moeliono (1993:162 mendiskripsikan subjek penelien sebagai orang yang
diamati sebagai sasaran penelitian. Hamid Darmadi, (2011:46) mengatakan
“Populasi artinya seluruh subjek di dalam wilayah penelitian dijadikan subjek
penelitian. Berdasarkan ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
populasi adalah keseluruhan subjek/objek yang memiliki karateristik tertentu
yang dapat menjadi sumber data dalam suatu penelitian. Penelitian ini
dilaksanakan di Sekolah
Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya
Kelas VIII, yang terdiri dari tiga kelas yaitu kelas VIII A, VIII B, VIII C, adapun yang menjadi Subyek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya.
Tabel 3.1
Distribusi Subyek Penelitian Kelas VIII
Sekolah Menengah
Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang
No.
|
Kelas
|
Jenis
Kelamin
|
Jumlah
|
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
|||
1.
|
VIII A
|
13
|
14
|
27
|
2.
|
VIII B
|
12
|
17
|
29
|
VIII C
|
13
|
13
|
26
|
|
JUMLAH
|
38
|
44
|
82
|
|
Sumber :TU Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang
Kabupaten Kuburaya 2015/2016.
Suatu penelitian
tidak terlepas dari subjek yang dapat memberikan informasi dan data yang
diperlukan berkaitan dengan masalah dan tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian. Setelah menetapkan keseluruhan subjek penelitian, langkah
selanjutnya peneliti menetapkan kelas yang akan dijadikan subyek penelitian.
Dalam pemilihan subjek penelitian peneliti menggunakan purposive sampling. Sugiyono (2012: 300) menegaskan dalam
penelitian kualitatif, sampling yang sering digunakan adalah purposive
sampling dan Snowball sampling.
Maka dalam
penelitian ini yang dijadikan sebagai subjek penelitian adalah siswa VIII A
dengan jumlah 27 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 14 siswa
perempuan Sekolah Menengah
Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten
Kuburaya. Alasan peneliti mengambil kelas VIII A sebagai subjek
penelitian adalah berdasarkan pertimbangan tertentu yaitu berdasarkan teknik
penarikan sampel yaitu purposive sampling,
dan
pertimbangan mengapa mengambil VIII
A adalah
dikarenakan hasil belajar di kelas tersebut masih rendah.
C.
Pelaksanaan
Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas
adalah merupakan proses pengkajian terhadap kompleksitas masalah didalam kelas,
penelitian tindakan kelas dilakukan bertujuan untuk memecahkan permasalahan dan
sekaligus meningkatkan kualitas pendidik. Sukardi (2012: 5-6) menyatakan
penelitian tindakan secara garis besar, peneliti pada umumnya mengenal adanya
empat langkah penting, yaitu pengembangan Plan (perencanaan), act (tindakan),
observe (obsevasi), dan reflect (reflektif) yang dilakukan secara
intensif dan sistematis atas seseorang yang mengerjakan pekerjaan
sehari-harinya.
Dari keempat langkah
penelitian di atas terdiri dari dua siklus yang harus dilakukan. gambaran alur
penelitian tindakan kelas yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
Gambar 3.1 Siklus pelaksanaan
tindakan
|
SIKLUS I
|
|
Refleksi
|
|
Observasi
|
|
Pelaksanaan
Tindakan
|
|
Perencanaan
I
|
|
Perencanaan
II
|
|
Perencanaan
TindakanKe Siklus Selanjutnya
|
|
SIKLUS II
|
|
Refleksi
|
|
Observasi
|
|
Pelaksanaan
Tindakan
|
Wijaya Kusumah (2010: 44)
1.
Setting Tindakan
Penelitian
tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya.
Dengan fokus penelitian pada kelas VIII pada
mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi.
Jumlah siswa 31 orang.
Pelaksanaan
penelitian tindakan kelas meliputi beberapa siklus seperti yang tertera pada
gambar di atas. setiap siklus tersebut meliputi:
a. Perencanaan
tindakan (planning)
1)
Penyusunan rencana
pembelajaran yang berisi langkah-langkah pembelajaran metode demonstrasi yang
akan digunakan pada siklus I dan siklus selanjutnya.
2)
Membuat instrument
penelitian (LKS, Kisi-kisi post test,) yang digunakan dalam siklus I dan siklus
selanjutnya.
3)
Penyusunan alat-alat
evaluasi tindakan berupa lembar observasi kegiatan
belajar mengajar.
b. Pelaksanaan
tindakan (acting)
1)
Pendahuluan
a)
Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dan memotivasi siswa.
b)
Guru menjelaskan secara
singkat tentang Pembelajaran metode demonstrasi.
2)
Kegiatan inti
a) Guru
menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa
b) Mengorganisasikan
siswa dalam kelompok belajar
c) Guru
meminta siswa untuk berdiskusi dengan kelompok yang telah ditentukan
d) Membimbing
siswa untuk menyelesaikan soal
3)
Penutup
a) menyimpulkan hasil kegaitan pembelajaran
b) Memberikan
penghargaan berupa pujian atau pun hal lainnya yang sifatnya memotivasi siswa.
c) Guru
bersama-sama siswa menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.
c.
Obsevasi
Suatu tindakan mengamati dan mendokumentasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan tindakan yang dilakukan oleh observer. Observasi pelaksanaan pembelajaran
dilakukan secara kolaboratif antara
guru dan peneliti dengan menggunakan instrument monitoring yang telah
direncanakan.
d.
Refleksi
Kegiatan tindakan mengkaji data tentang perubahan yang terjadi pada siswa, suasana kelas dan guru. Refleksi ini dilakukan dengan cara berdiskusi antara guru dan peneliti terhadap masalah yang diperoleh pada saat observasi dan melihat apakah tindakan yang telah dilakukan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa dalam mencapai ketuntasan belajar. Melalui
refleksi inilah maka
peneliti akan menentukan keputusan untuk melaksanakan siklus lanjutan ataukah
berhenti.
D.
Teknik
dan Alat pengumpulan data
Penggunaan
dan alat pengumpulan data dalam penelitian tujuan untuk memungkinkan
tercapainya pemecaha masalah secara valid yang pada gilirannya untuk merumuskan
generalisasi yang objektif. Sehubung dengan hal tersebut, teknik dan alat
pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu:
1)
Teknik
Pengumpulan Data
Untuk memperoleh
data yang objektif dan memecahkan masalah dalam penelitian ini maka diperlukan
teknik pengumpulan data yang tepat. Sebab inti dari suatu penelitian adalah
terkumpulnya data atau informasi yang kemudian data tersebut diolah atau
dianalisa dan hasilnya diinterprestasikn sebagai kesimpulan peneliti. Hadari
Mawawi (2003:94) menyatakan bahwa ada enam jenis teknik penelitian yaitu
sebagai berikut:
1)
Teknik
observasi langsung
2)
Teknik
observasi tidak langsung
3)
Teknik
komunikasi langsung
4)
Teknik komunikasi tidak langsung
5)
Teknik
pengukuran
6)
Teknik/studi
dokumenter
Teknik
pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi
langsung, teknik komunikasi langsung, teknik, teknik pengukuran dan teknik
studi dekumenter.
1) Teknik
Observasi Langsung
Observasi merupakan salah satu metode untuk mendapatkan
data. Jadi teknik observasi langsung merupakan cara untuk mengumpulkan data
yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan langsung yang tampak pada
objek penelitian, Zuldafrial, (2009:45)
mengatakan, teknik observasi langsung adalah suatu metode pengumpulan data
secara langsung dimana peneliti atau pembantu peneliti langsung mengamati
gejala-gejala yang diteliti dari suatu objek penelitian menggunakan atau tanpa
menggunakan instrumen penelitian yang sudah dirancang. Hadari Nawawi (2001:95)
mendefinisikan “teknik observasi langsung adalah cara pengambilan data yang
dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan hal-hal yang tampak pada objek
penelitian yang pelaksanaan langsung pada tempat dimana suatu peristiwa,
keadaan atau situasi yang terjadi.
Teknik
observasi langsung adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui
pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek peneliti yang
pelaksanaannya langsung pada tempat dimana pada suatu peristiwa, keadaan atau
situasi yang sedang terjadi. Observasi langsung dilakukan dan ditujukan kepada
guru dan siswa mata pelajaran pelajaran teknologi informasi dan komunikasi
dan siswa kelas VIII di Sekolah
Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya.
2) Teknik
Komunikasi Langsung
Peneliti dalam memperoleh
data dengan menggunakan teknik komunikasi langsung, dimana harus langsung
berhadapan dengan subjek/objek secara lisan. Hadari Nawawi (2009: 100) ”Teknik
ini adalah cara mengumpulkan data yang mengharuskan seorang peneliti mengadakan
kontak langsung secara lisan atau tatap muka dengan sumber data, baik dalam
situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi yang sengaja dibuat untuk
keperluan tersebut. Zudafrial (2009: 46)
menyebutkan,
Teknik komunikasi langsung dalam penelitian adalah suatu
metode pengumpulan data dimana sipeneliti langsung berhadapan dengan subjek
penelitian untuk mendapatkan data atau imformasi yang diperlukan melalui
wawancara dengan subjek penelitian atau responden.
Berdasarkan pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa teknik komunikasi
langsung adalah dalam
memperoleh data dengan bertemu langsung dengan obyek yang akan diteliti. Dalam
penelitian ini peneliti mengadakan tatap
muka langsung secara lisan dengan sumber data, yaitu dengan guru
mata pelajaran pelajaran teknologi informasi dan komunikasi
dan siswa kelas VIII di Sekolah
Menengah Pertama Negeri 1 Sungai
Ambawang Kabupaten Kubu Raya.
3) Teknik pengukuran
Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran hasil
belajar siswa. Hadari Nawawi
(2012:133) teknik pengukuran adalah “Cara mengumpulkan data yang bersifat
kuantitatif untuk mengetahui tingkat atau derajat aspek tertentu dibandingkan
dengan norma tertentu pula sebagai satuan ukur yang relevan”. Jadi,
berdasarkan pendapat di atas dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan
mengukur adalah kegiatan yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapat data
penelitian dengan cara membandingkan. Pengukuran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui peningkatan hasil belajar setelah diajarkan dengan metode
demonstrasi.
4) Teknik
Studi Dekomenter
Penelitian dalam memperoleh data dengan mengumpulkan
dekomen-dekumen sekolah yang dianggap penting dalam penelitian. Hadari Mawawi
(1983:141) mengatakan bahwa: “ teknik dokumenter adalah cara pengumpulan data
melalui peninggalan tertulis, terutamanya arsip-arsip dan termasuk juga buku
tentang pendapat, teori, dalil/hukum-hukum dan lain-lain yang berhubungan
dengan masalah penyelidikan. Berdasarkan pendapat diatas peneliti dalam hal ini
menggunakan teknik dekomenter berupa foto-foto, silabus, dan rencana
pembelajaran (RPP).
2)
Alat
Pengumpulan Data
Sesuai dengan teknik
pengumpulan data di atas, maka diperlukan alat pengumpulan data yang sesuai
dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Panduan
Observasi
Dalam
penelitian ini peneliti menggunakan alat panduan observasi dimana peneliti
hanya menggunakan bentuk chek list
(daftar chek), pada pengamatan yang dilakukan pada waktu tertentu. Zuldafrial
menyatakan (2010:49) “chek list
adalah suatu daftar yang berisi nama-nama subjek dan faktor-faktor yang hendak
diselidiki, yang dimaksudkan untuk mensistematiskan catatan observasi. Dalam
penelitian yang akan diobsevasi”. Musfiqon (2012:120) “ dalam kegiatan
observasi penelitian bisa membawa check
lisk, ratting scale, atau catatan berkala sebagai instrumen observasi”.
Dimana panduan observasi ini sebelumnya sudah dibuat dan disusun secara
sistematis sesuai dengan masalah yang akan diteliti adapun pihak yang akan
diobservasi dalam penelitian adalah kegiatan proses pembelajaran dengan metode
demonstrasi pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi
kelas VIII Sekolah Menengah
Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya baik sesudah dan
sebelum pembelajaran.
2) Panduan
Wawancara
Merupakan alat pengumpul data yang berisi pertanyaan yang akan
disampaikan pada subjek/objek yang akan diteliti, untuk memperoleh data secara
langsung. Rochiati Wiriaatmadja, (2010: 117) “Panduan wawancara adalah suatu
cara untuk mengetahui situasi tertentu didalam kelas dilihat dari sudut pandang
yang lain”. Sukardi, (2013: 122) wawancara merupakan metode pengumpulan data
yang sering digunakan dalam penelitian tindakan kelas. Secara umum batasan
tentang wawancara dapat diartikan sebagai proses bertemu dan bertatap muka
antara guru dan peneliti yang diperlukan untuk mendapatkan informasi yang
diperlukan.
Pertanyaan wawancara dalam penelitian ini berupa sejumlah pertanyaan
lisan yang disusun secara sistematis yang dijadikan acuan dalam mengadakan wawancara
dengan sumber data, yang ditujukan kepada guru mata pelajaran teknologi informasi dan
komunikasi kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya.
3)
Tes hasil belajar
Tes yang dibuat
oleh peneliti bersama guru adalah
soal-soal yang berhubungan dengan materi yang dibahas bersama siswa, soal-soal
tersebut dibuat dalam bentuk tes objektif. Nana Sudjana
(2005: 35) “Tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan
(tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan), atau dalam bentuk perbuatan
(tes tindakan)”. Asep Jihad dan Abdul Haris (2010: 67) mengatakan, “Tes merupakan
himpunan pertanyaan yang harus dijawab, harus ditanggapi, atau tugas yang harus
dilaksanakan oleh orang yang di tes.
Dari pendapat di atas dapat di simpulkan
bahwa tes adalah suatu teknik atau cara yang diberikan oleh guru terhadap
peserta didik, berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus di jawab baik secara
lisan maupun tulisan untuk mengukur tingkat penguasaan peserta didik terhadap
materi pelajaran yang telah disampaikan.
4) Dokumentasi
Dekumentasi
adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subjek penelitian,
tetapi melalui dokumen. Suharsimi Arikunto (2010:274) menyatakan bahwa “Dokumentasi
yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan,
transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, lagenda
dan sebagainya.” Dokumen dibuat untuk membuktikan bahwa peneliti sudah
melakukan penelitian disekolah tersebut. Dalam dekumen ini peneliti menyajikan
foto-foto saat proses pembelajaran, silabus dan rencana perencanaan
pembelajaran (RPP).
E.
Teknik
analisis data
Data yang dikumpulkan dari
data observasi atau kegiatan lainya dari pelaksanaan siklus 1 dan seterusnya
pada penelitian ini dianalisis secara deskriftif.
1.
Untuk menjawab sub masalah satu dan dua
menggunakan display data dan dianalisis secara deskriptif, dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
Menurut Hidayat, dkk (2012)
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a) Reduksi
data, yaitu proses penyederhanaan data mentah menjadi informasi yang bermakna.
b) Paparan
data, yaitu menampilkan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan
naratif.
c) Penyimpulan,
yaitu mengambil intisari dari sajian data yang telah terorganisir dalam bentuk
pernyataan kalimat.
2.
Untuk menjawab sub masalah ke-3 Menggunakan
rumus mean (rata-rata), Hamid Darmadi (2011 : 300)
Keterangan:
∑X = Jumlah seluruh skor
N =
Jumlah Subjek
Tabel 3.2
Tolok Ukur Hasil Belajar
No
|
Rentangan skor
|
Kategori
|
|
1
|
<
---- 70
|
Gagal
|
|
2
|
70 ---
79
|
Cukup
|
|
3
|
80 ---
89
|
Baik
|
|
4
|
90 ---
100
|
Sangat
baik
|
|
Zuldafrial, (2010: 45)
3. Untuk
menjawab sub masalah ke 4 menggunakan rumus presentase, menurut Zuldafial,
(2010: 226). Rumusnya adalah sebagai berikut :
Rumus % =
%
Keterangan:
% : Persentase siswa
A : Jumlah siswa yang tuntas
B : Jumlah siswa seluruhnya
(Trianto:2007:63)
L.
Rencana
Jadwal Penelitian
Jadwal yang direncanakan ini banyak mengalami
perubahan. Hal ini disebabkan dalam proses penulisan desain penelitian,
terdapat kegiatan konsultasi dan tergantung pada jadwal aktifitas akademik.
Proses penelitian dimulai dari pengajuam outline sehingga hasil penelitian
secara keseluruhan dijabarkan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 1.4
Rencana Jadwal Penelitian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar