Minggu, 31 Desember 2017

BAB III METODOLOGI PENELITIAN PENELITIAN TINDAKAN

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
dinamisenakblogspot.com, 
babiiiskripsi.blogspot.com
A.    Metodologi Penelitian
1.    Metode Penelitian dan Bentuk Penelitian
Agar penelitian ini lebih terarah untuk memecahkan masalah dalam penelitian perlu dipilih metode dan bentuk penelitian yang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Untuk memperjelas tentang metode dan bentuk penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut :
a.       Metode Penelitian
Metode pada dasarnya berarti cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini yang dimaksud adalah cara untuk mencapai tujuan penelitian. Untuk mewujudkan penelitian sesuai dengan apa yang diharapkan diperlukan cara-cara tertentu secara tepat.
Maka metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan (action research). Sanjaya, (2011:25) menyatakan “Penelitian tindakan adalah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan melalui proses diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan mempelajari pengaruh yang ditimbulkan”. Hal senada juga diungkapkan oleh Dede Rahmat Hidayat dan Aip Badrujaman, (2011:12), mengemukan bahwa:
“Penelitian Tindakan pada hakikatnya berupa perangkat-perangkat atau untaian-untaian dengan satu perangkat yang terdiri dari empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keempat komponen tersebut dipandang sebagai satu siklus penelitian tindakan. Dengan demikian, pengertian siklus pada penelitian tindakan adalah suatu putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi”.

Beberapa pendapat para ahli di atas, dapat penulis simpulkan bahwa metode Penelitian tindakan  ialah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan nyata didalam kelas yang berupa kegiatan belajar-mengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan.
Dipilihnya metode Penelitian tindakan  dalam penelitian ini karena dianggap tepat untuk mengungkapkan yang terjadi dilapangan yaitu upaya guru meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran demonstrasi pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya.
b.      Bentuk Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan bentuk penelitian tindakan kelas. Kristiyanto (2010:17-18) Penelitian Tindakan Kelas adalah :
Suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif dan dilakukan utuk  meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan guru dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki kondisi dimana proses  pembelajaran pendidikan tersebut dilakukan, dimulai dari adanya perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi untuk setiap siklusnya.

Hamdani,  (2011:326) mengemukakan bahwa  “Penelitian tindakan Kelas (PTK) merupakan merupakan kegiatan ilmiah yang mampu merefleksikan kegiatan pembelajaran di kelas melalui penelitian ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan dengan prosedur dan persyaratan yang bisa dilakukan seorang guru tanpa mengurangi perhatianya pada kelas dan prestasi siswa. Dapat disimpulkan bahwa PTK adalah suatu penelitian dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, dan perefleksian. Dalam penelitian ini tidak hanya dapat dilakukan oleh guru sebagai indvidu yang mempunyai tugas untuk memajukan pendidikan. Akan tetapi dapat juga dilakukan oleh para pemerhati kemajuan pendidikan misalnya yaitu mahasiswa yang berspesifikasi keilmuan dibidang keguruan dan pendidikan.
PTK sebagai bentuk penelitian dengan pertimbangan PTK merupakan penelitian yang memiliki potensi yang sangat besar apabila dalam implementasinya terlaksana dengan baik. Penelitian Tindakan Kelas berupaya mengungkapkan dan memecahkan masalah-masalah yang terus berkembang dalam pendidikan dan pembelajaran. Oleh karena itu, temuan-temuan selama dalam penelitian diharapkan guru mampu untuk melakukan tindakan-tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah dan perbaikan dalam pembelajaran.

B.     Subjek Penelitian
Dalam sebuah penelitian, subjek penelitian memiliki peran yang sangat strategis, subjek penelitian merupakan individu, benda atau organisme yang dijadikan sumber informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian. Moleong (2010: 132) “subjek peneltian adalah sebagai informan  yang artimya orang pada latar penelitian yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian, moeliono (1993:162 mendiskripsikan subjek penelien sebagai orang yang diamati sebagai sasaran penelitian. Hamid Darmadi, (2011:46) mengatakan “Populasi artinya seluruh subjek di dalam wilayah penelitian dijadikan subjek penelitian. Berdasarkan ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek/objek yang memiliki karateristik tertentu yang dapat menjadi sumber data dalam suatu penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya Kelas VIII, yang terdiri dari tiga kelas yaitu kelas VIII A, VIII B, VIII C, adapun yang menjadi Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya.
  
Tabel 3.1
Distribusi Subyek Penelitian Kelas VIII
Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang
No.
Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah
Laki-laki
Perempuan
1.
VIII A
13
14
27
2.
VIII B
12
17
29

VIII C
13
13
26
JUMLAH
38
44
82






Sumber :TU Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya 2015/2016.

Suatu penelitian tidak terlepas dari subjek yang dapat memberikan informasi dan data yang diperlukan berkaitan dengan masalah dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian. Setelah menetapkan keseluruhan subjek penelitian, langkah selanjutnya peneliti menetapkan kelas yang akan dijadikan subyek penelitian. Dalam pemilihan subjek penelitian peneliti menggunakan purposive sampling. Sugiyono (2012: 300) menegaskan dalam penelitian kualitatif, sampling yang sering digunakan adalah purposive sampling dan Snowball sampling.
Maka dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai subjek penelitian adalah siswa VIII A dengan jumlah 27 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang  Kabupaten Kuburaya. Alasan peneliti mengambil kelas VIII A sebagai subjek penelitian adalah berdasarkan pertimbangan tertentu yaitu berdasarkan teknik penarikan sampel yaitu purposive sampling, dan pertimbangan mengapa mengambil  VIII A adalah dikarenakan hasil belajar di kelas tersebut masih rendah.
C.     Pelaksanaan Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas adalah merupakan proses pengkajian terhadap kompleksitas masalah didalam kelas, penelitian tindakan kelas dilakukan bertujuan untuk memecahkan permasalahan dan sekaligus meningkatkan kualitas pendidik. Sukardi (2012: 5-6) menyatakan penelitian tindakan secara garis besar, peneliti pada umumnya mengenal adanya empat langkah penting, yaitu pengembangan Plan (perencanaan), act (tindakan), observe (obsevasi), dan reflect (reflektif) yang dilakukan secara intensif dan sistematis atas seseorang yang mengerjakan pekerjaan sehari-harinya.
Dari keempat langkah penelitian di atas terdiri dari dua siklus yang harus dilakukan. gambaran alur penelitian tindakan kelas yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  
Gambar 3.1 Siklus pelaksanaan tindakan

SIKLUS I

Refleksi

Observasi

Pelaksanaan Tindakan

Perencanaan I





                                                               

Perencanaan II
               

Perencanaan TindakanKe Siklus Selanjutnya

SIKLUS II

Refleksi

Observasi

Pelaksanaan Tindakan
 








Wijaya Kusumah (2010: 44)

1.        Setting Tindakan
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya. Dengan fokus penelitian pada kelas VIII pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi. Jumlah siswa 31 orang.
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas meliputi beberapa siklus seperti yang tertera pada gambar di atas. setiap siklus tersebut meliputi:
a.    Perencanaan tindakan (planning)
1)        Penyusunan rencana pembelajaran yang berisi langkah-langkah pembelajaran metode demonstrasi yang akan digunakan pada siklus I dan siklus selanjutnya.
2)        Membuat instrument penelitian (LKS, Kisi-kisi post test,) yang digunakan dalam siklus I dan siklus selanjutnya.
3)        Penyusunan alat-alat evaluasi tindakan berupa lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
b.    Pelaksanaan tindakan (acting)
1)        Pendahuluan
a)         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa.
b)        Guru menjelaskan secara singkat tentang Pembelajaran metode demonstrasi.
2)        Kegiatan inti
a)      Guru menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa
b)      Mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar
c)      Guru meminta siswa untuk berdiskusi dengan kelompok yang telah ditentukan
d)     Membimbing siswa untuk  menyelesaikan soal
3)        Penutup
a)      menyimpulkan hasil kegaitan pembelajaran
b)      Memberikan penghargaan berupa pujian atau pun hal lainnya yang sifatnya memotivasi siswa.
c)      Guru bersama-sama siswa menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.
c.         Obsevasi
Suatu  tindakan  mengamati  dan  mendokumentasikan  segala sesuatu yang  berkaitan  dengan  tindakan yang dilakukan  oleh  observer. Observasi pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara  kolaboratif  antara guru dan peneliti dengan menggunakan instrument monitoring yang telah direncanakan.
d.        Refleksi
Kegiatan  tindakan  mengkaji data tentang perubahan yang terjadi  pada siswa, suasana  kelas dan guru. Refleksi ini dilakukan dengan  cara  berdiskusi  antara  guru  dan  peneliti  terhadap  masalah yang  diperoleh  pada  saat  observasi  dan  melihat  apakah  tindakan yang telah dilakukan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mencapai ketuntasan belajar. Melalui refleksi inilah maka peneliti akan menentukan keputusan untuk melaksanakan siklus lanjutan ataukah berhenti.
D.    Teknik dan Alat pengumpulan data
Penggunaan dan alat pengumpulan data dalam penelitian tujuan untuk memungkinkan tercapainya pemecaha masalah secara valid yang pada gilirannya untuk merumuskan generalisasi yang objektif. Sehubung dengan hal tersebut, teknik dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu:


1)   Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang objektif dan memecahkan masalah dalam penelitian ini maka diperlukan teknik pengumpulan data yang tepat. Sebab inti dari suatu penelitian adalah terkumpulnya data atau informasi yang kemudian data tersebut diolah atau dianalisa dan hasilnya diinterprestasikn sebagai kesimpulan peneliti. Hadari Mawawi (2003:94) menyatakan bahwa ada enam jenis teknik penelitian yaitu sebagai berikut:
1)      Teknik observasi langsung
2)      Teknik observasi tidak langsung
3)      Teknik komunikasi langsung
4)       Teknik komunikasi tidak langsung
5)      Teknik pengukuran
6)      Teknik/studi dokumenter

Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung, teknik, teknik pengukuran dan teknik studi dekumenter.
1)   Teknik Observasi Langsung
Observasi merupakan salah satu metode untuk mendapatkan data. Jadi teknik observasi langsung merupakan cara untuk mengumpulkan data yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan langsung yang tampak pada objek penelitian, Zuldafrial, (2009:45) mengatakan, teknik observasi langsung adalah suatu metode pengumpulan data secara langsung dimana peneliti atau pembantu peneliti langsung mengamati gejala-gejala yang diteliti dari suatu objek penelitian menggunakan atau tanpa menggunakan instrumen penelitian yang sudah dirancang. Hadari Nawawi (2001:95) mendefinisikan “teknik observasi langsung adalah cara pengambilan data yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan hal-hal yang tampak pada objek penelitian yang pelaksanaan langsung pada tempat dimana suatu peristiwa, keadaan atau situasi yang terjadi.
Teknik observasi langsung adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek peneliti yang pelaksanaannya langsung pada tempat dimana pada suatu peristiwa, keadaan atau situasi yang sedang terjadi. Observasi langsung dilakukan dan ditujukan kepada guru dan siswa mata pelajaran pelajaran teknologi informasi dan komunikasi dan siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya.
2)      Teknik Komunikasi Langsung
Peneliti dalam memperoleh data dengan menggunakan teknik komunikasi langsung, dimana harus langsung berhadapan dengan subjek/objek secara lisan. Hadari Nawawi (2009: 100) ”Teknik ini adalah cara mengumpulkan data yang mengharuskan seorang peneliti mengadakan kontak langsung secara lisan atau tatap muka dengan sumber data, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi yang sengaja dibuat untuk keperluan tersebut.  Zudafrial (2009: 46) menyebutkan,
Teknik komunikasi langsung dalam penelitian adalah suatu metode pengumpulan data dimana sipeneliti langsung berhadapan dengan subjek penelitian untuk mendapatkan data atau imformasi yang diperlukan melalui wawancara dengan subjek penelitian atau responden.

Berdasarkan pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa teknik komunikasi langsung adalah dalam memperoleh data dengan bertemu langsung dengan obyek yang akan diteliti. Dalam penelitian ini  peneliti mengadakan tatap muka langsung secara lisan dengan sumber data, yaitu dengan guru mata pelajaran pelajaran teknologi informasi dan komunikasi dan siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama  Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya.
3)      Teknik pengukuran
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran hasil belajar siswa. Hadari Nawawi (2012:133) teknik pengukuran adalah “Cara mengumpulkan data yang bersifat kuantitatif untuk mengetahui tingkat atau derajat aspek tertentu dibandingkan dengan norma tertentu pula sebagai satuan ukur yang relevan”. Jadi, berdasarkan pendapat di atas dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan mengukur adalah kegiatan yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapat data penelitian dengan cara membandingkan. Pengukuran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar setelah diajarkan dengan metode demonstrasi.
4)      Teknik Studi Dekomenter
          Penelitian dalam memperoleh data dengan mengumpulkan dekomen-dekumen sekolah yang dianggap penting dalam penelitian. Hadari Mawawi (1983:141) mengatakan bahwa: “ teknik dokumenter adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis, terutamanya arsip-arsip dan termasuk juga buku tentang pendapat, teori, dalil/hukum-hukum dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penyelidikan. Berdasarkan pendapat diatas peneliti dalam hal ini menggunakan teknik dekomenter berupa foto-foto, silabus, dan rencana pembelajaran (RPP).
2)      Alat Pengumpulan Data
   Sesuai dengan teknik pengumpulan data di atas, maka diperlukan alat pengumpulan data yang sesuai dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1)      Panduan Observasi
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan alat panduan observasi dimana peneliti hanya menggunakan bentuk chek list (daftar chek), pada pengamatan yang dilakukan pada waktu tertentu. Zuldafrial menyatakan (2010:49) “chek list adalah suatu daftar yang berisi nama-nama subjek dan faktor-faktor yang hendak diselidiki, yang dimaksudkan untuk mensistematiskan catatan observasi. Dalam penelitian yang akan diobsevasi”. Musfiqon (2012:120) “ dalam kegiatan observasi penelitian bisa membawa check lisk, ratting scale, atau catatan berkala sebagai instrumen observasi”. Dimana panduan observasi ini sebelumnya sudah dibuat dan disusun secara sistematis sesuai dengan masalah yang akan diteliti adapun pihak yang akan diobservasi dalam penelitian adalah kegiatan proses pembelajaran dengan metode demonstrasi pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya baik sesudah dan sebelum pembelajaran.
2)      Panduan Wawancara
Merupakan alat pengumpul data yang berisi pertanyaan yang akan disampaikan pada subjek/objek yang akan diteliti, untuk memperoleh data secara langsung. Rochiati Wiriaatmadja, (2010: 117) “Panduan wawancara adalah suatu cara untuk mengetahui situasi tertentu didalam kelas dilihat dari sudut pandang yang lain”. Sukardi, (2013: 122) wawancara merupakan metode pengumpulan data yang sering digunakan dalam penelitian tindakan kelas. Secara umum batasan tentang wawancara dapat diartikan sebagai proses bertemu dan bertatap muka antara guru dan peneliti yang diperlukan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.
Pertanyaan wawancara dalam penelitian ini berupa sejumlah pertanyaan lisan yang disusun secara sistematis yang dijadikan acuan dalam mengadakan wawancara dengan sumber data, yang ditujukan kepada guru mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya. 
3)    Tes hasil belajar
Tes yang dibuat oleh peneliti bersama guru  adalah soal-soal yang berhubungan dengan materi yang dibahas bersama siswa, soal-soal tersebut dibuat dalam bentuk tes objektif. Nana Sudjana (2005: 35) “Tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan), atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan)”. Asep Jihad dan Abdul Haris (2010: 67) mengatakan, “Tes merupakan himpunan pertanyaan yang harus dijawab, harus ditanggapi, atau tugas yang harus dilaksanakan oleh orang yang di tes.
Dari pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa tes adalah suatu teknik atau cara yang diberikan oleh guru terhadap peserta didik, berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus di jawab baik secara lisan maupun tulisan untuk mengukur tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan.
4)      Dokumentasi
Dekumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subjek penelitian, tetapi melalui dokumen. Suharsimi Arikunto (2010:274) menyatakan bahwa “Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, lagenda dan sebagainya.” Dokumen dibuat untuk membuktikan bahwa peneliti sudah melakukan penelitian disekolah tersebut. Dalam dekumen ini peneliti menyajikan foto-foto saat proses pembelajaran, silabus dan rencana perencanaan pembelajaran (RPP).
E.     Teknik analisis data
Data yang dikumpulkan dari data observasi atau kegiatan lainya dari pelaksanaan siklus 1 dan seterusnya pada penelitian ini dianalisis secara deskriftif.
1.         Untuk menjawab sub masalah satu dan dua menggunakan display data dan dianalisis secara deskriptif, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Menurut Hidayat, dkk (2012) analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a)      Reduksi data, yaitu proses penyederhanaan data mentah menjadi informasi yang bermakna.
b)      Paparan data, yaitu menampilkan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif.
c)      Penyimpulan, yaitu mengambil intisari dari sajian data yang telah terorganisir dalam bentuk pernyataan kalimat.
2.      Untuk menjawab sub masalah ke-3 Menggunakan rumus mean (rata-rata), Hamid Darmadi (2011 : 300)
Keterangan:
          = Rata-rata hitung
∑X    = Jumlah seluruh skor
N       = Jumlah Subjek

Tabel 3.2
Tolok Ukur Hasil Belajar
No
Rentangan skor
Kategori

1
< ---- 70
Gagal

2
70 --- 79
Cukup

3
80 --- 89
Baik

4
90 --- 100
Sangat baik
Zuldafrial, (2010: 45)
3.      Untuk menjawab sub masalah ke 4 menggunakan rumus presentase, menurut Zuldafial, (2010: 226). Rumusnya adalah sebagai berikut :
Rumus % = %
                        Keterangan:
                         %  : Persentase siswa
                       A  : Jumlah siswa yang tuntas
                       B  : Jumlah siswa seluruhnya
                                            (Trianto:2007:63)



L.     Rencana Jadwal Penelitian
Jadwal yang direncanakan ini banyak mengalami perubahan. Hal ini disebabkan dalam proses penulisan desain penelitian, terdapat kegiatan konsultasi dan tergantung pada jadwal aktifitas akademik. Proses penelitian dimulai dari pengajuam outline sehingga hasil penelitian secara keseluruhan dijabarkan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 1.4
Rencana Jadwal Penelitian
No.
Kegiatan
Bulan


Sep  

Ket
Mar 
Apr
Mei
Jun
Jul  
Ags   
1.
Pengajuan Outline Judul








2.
Penulisan Bagian I dan II







3.
Konsultasi Bagian I dan II






4.
Ujian seminar







5.
Perbaikan hasil seminar







6.
Penulisan Bab I, II dan III







7.
Pengolahan data







9.
Konsultasi hasil pengolahan data







10.
Penulisan Bab IV dan V







11.
Konsultasi Bab IV dan V







12.
Ujian skripsi











Tidak ada komentar:

Posting Komentar