Rabu, 03 Januari 2018

BAB V Pengaruh Model Pembelajaran koperatif tipe jigsaw oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Hasil Belajar Siswa di kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas Kabupaten Bengkayang

BAB V
PENUTUP

dinamisenakblogspot.com
babiiiskripsi.blogspot.com

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah disajikan, maka secara umum ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan terhadap hasil belajar siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri Seluas. Jika dijabarkan lebih spesifik dapat digambarkan sebagai berikut :
1.      Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 seluas Kabupaten Bengkayang, termasuk kategori “baik, sesuai kategori dengan rata-rata hasil angket yang dilakukan oleh peneliti adalah 56, 02
2.      Hasil belajar siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas Kabupaten Bengkayang, termasuk dalam kategori “baik”, dengan mean rata-rata hasil belajar siswa adalah 77,25 . Ini diwujudkan dari 31 orang siswa tidak ada satupun yang memperoleh nilai kurang dari 70.
3.      Terdapat Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan terhadap hasil belajar siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas Kabupaten Bengkayang. Hasil perbandingannya menunjukkan bahwa nilai perhitungan bahwa nilai diperoleh hasil = 23,36 sedangkan ftabel = 7,56, termasuk dalam kategori 31 pada taraf kepercayaan 5%. artinya F (hitung) lebih besar dari nilai F (tabel) atau (Fh>Ft).
B.     Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini ada beberapa saran yang akan diberikan adalah :
1.      Kepada Guru pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas X, diharapkan dalam menerapkan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw, harus memperhatikan latar belakang siswa agar dalam proses pembelajaran interaksi antar siswa dapat berjalan sesuai dengan yang dengan baik.,
2.     Bagi peneliti yang ingin menggunakan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran PKn agar dapat menguasai kelas sebaik mungkin sehingga dapat memberikan motivasi kepada siswa agar dapat berperan aktif dalam pelaksanaan pembelajaran. Selain itu dapat juga mengaplikasikan pendekatan ini pada materi yang berbeda sehingga dapat menyempurnakan kekurangan yang ada dalam penelitian ini.
3.      Siswa harus lebih serius dan aktif dalam pembelajaran, sehingga apa yang disampaikan guru dapat dipahami dan siswa mampu memberikan pendapat-pendapat nya dari pembelajaran yang telah dilakukan untuk meningkatkan hasil beajar untuk lebih baik.
  1. Demi keberhasilan belajar siswa dan mengembangkan kebiasaan siswa untuk bersikap displin dalam belajar diperlukan dukungan dan motivasi dari semua pihak baik sekolah, guru, orang tua, lingkungan dan pihak-pihak lainnya. 





Abu, A. & Joko, T. P. (2005).  Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV    Pustaka setia
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktis. Jakarta : Rineka Cipta.
Arifin, Z. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Bungin, Burhan. 2010. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Kencana.
Darmadi, Hamid. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta.
Depertemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. 2008. Panduan Penulisan Butir Soal. Jakarta: Depdiknas.
Djiwandono, Sri Esti Wuryani. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. Gramedia Widiasaranan Indonesia.
Emzir. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Hadari Nawawi. 2012. Metode penelitian bidang sosial. Yogyakarta: UGM Pres
Huda Miftahul. 2011. Cooverative Learning, metode, teknik, struktur dan model pe€nerapan. Yogyakarta. Pustaka pelajar Celeben Timur.
Hakim, T. (2005). Belajar Secara Efektif . Jakarta: Puspa Swara
Hamdani. 2011. Stategi Belajar Mengajar. Bandung : CV. Pustaka Setia.
Isjoni. 2007. Cooverative learning evektivitas pembelajaran kelompok. Pekanbaru : Alfabeta.
Purwanto. 2007. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta : Pustaka Pelajara
Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.
Sukardi, H. M ( 2010). Evaluasi pendidikan prinsip & operasionalnya. Jakarta. Bumi Aksara
Slameto. 2003. Belajar dan faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Edisi Revisi. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Sudjana, Nana. 2005. Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta.
Supangat, Andi. 2007. Statistik dalam kajian Dekskriptif Nonparameterik, Inparsial, dan Parameterik. Bandung : Alfabeta.
Tim Penyusun. 2007. Pedoman Penyusunan Skripsi bagi Mahasiswa. Pontianak : STKIP-PGRI
Tirtarahardja, U. &. La Sulo, S. L (2005). Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT        Rineka Cipta
Uzer, U. (2009). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Zuldafrial. (2009). Teknik Penelitian Dan Teknik Penulisan Karya Ilmiah.           Pontianak Kal-Bar. Pustaka Abuya



 dinamisenakblogspot.com
dinamisenak.blogspot.com



BAB III Pengaruh Model Pembelajaran koperatif tipe jigsaw oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Hasil Belajar Siswa di kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas Kabupaten Bengkayang

BAB III
PROSEDUR PENELITIAN

dinamisenakblogspot.com
babiiiskripsi.blogspot.com

A.      Metode Dan Bentuk Penelitian
Agar penelitian ini lebih terarah untuk memecahkan masalah dalam penelitian perlu dipilih metode dan bentuk penelitian yang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Untuk memperjelas tentang metode dan bentuk penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut :
1)      Metode Penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 160) menyebutkan, “Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya Sedangkan menurut Sugiyono (2010: 1) menyebutkan, “Metode penelitian pada dasarnya merupakan suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu".
Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat peneliti simpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode penelitian adalah cara dalam melakukan penelitian, agar penelitian yang dilaksanakan terarah dan dapat mencapai tujuan yang dikhendaki.
         Menurut Zuldafrial (2006 : 21) dalam suatu penelitian pada dasarnya dapat di pergunakan salah satu dari metode-metode  yang di sebutkan di bawah ini:
a.    Metode filosofis
Metode filosofis adalah suatu metode yang dipergunakan dalam memecahkan masalah penelitian dengan cara rasional melalui perenungan atau pemikiran yang terarah, mendalam dan mendasar tentang hakekat sesuatu yang diselidiki, baik dengan mempergunakan pola berpikir aliran filsapat tertentu maupun dalam bentuk analisa sistimatik berdasarkan pola berpikir induktif, deduktif, fenomonologis dan lain-lain dengan memperhatikan hukum-hukum berpikir (logika).
b.   Metode deskriptif
Metode diskriptif adalah suatu metode yang dipergunakan didalam memecahkan masalah penelitian dengan cara menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.
c.    Metode historis
Metode historis adalah suatu metode yang dipergunakan didalam memecahkan masalah penelitian dengan menggunakan data masa lalu atau peninggalan-peninggalan,baik untuk memahami kejadian atau keadaan yang berlangsung pada masa lalu maupun untuk memahami kejadian atau keadaan masa sekarang dalam hubungannya dengan kejadian atau keadaan masa lalu yang juga kerap kali hasilnya dapat digunakan untuk meramalkan kejadian atau keadaan masa yang akan datang.
d.   Metode eksperimen
Metode eksperimen adalah suatu metode yang dipergunakan didalam memecahkan masalah penelitian dengan melakukan percobaan-percobaan.

Dengan melihat permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Menurut Hadari Nawawi (2007: 67) menyatakan,
Metode deskriptif dapat diartikan sebagai presedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan mengembangkan dan melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian (seseorang, lembaga masyarakat dan lain-lain), pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.

 Berdasarkan beberapa pendapat diatas peneliti dalam peneitian ini menggunakan metode deskritif. Dapat peneliti simpulkan bahwa metode diskriptif adalah suatu metode untuk memecahkan masalah dalam suatu penelitian dengan memberikan gambaran subjek atau objek penelitian secara objektif berdasarkan fakta yang ada pada saat penelitian.

2)      Bentuk Penelitian
Penggunaan metode deskriptif dalam memecahkan masalah yang dihadapi dapat mencapai hasil guna yang tinggi, akan diketengahkan beberapa bentuknya dalam suatu penelitian. Menurut Hadari Nawawi (2007: 68) Bentuk-bentuk pokok dari metode diskriptif  di golongkan menjadi tiga bentuk sebagai berikut:
a.       Studi Survey (Survey Studies)
Survey bersfat menyeluruh yang kemudian akan dilanjutkan secara mengkhusus pada aspek tertentu bilamana diperlukan studi yang mendalam.
b.      Studi Hubungan (Interelationship Studies)
Dengan menghubungkan fakta-fakta tersebut secara obyektif, yang ternyata cackrawala pemecahan masalah menjadi semakin luas dan kegunaan hasil penelitian seemakin bermanfaat.
c.       Studi Perkembangan (Development Studies)
Pengelompokannya sebagai bagian dari metode deskriptif  karena studi ini bermaksud melukiskan hubungan antara gejala-gejala sebagaimana adanya sekarang dengan fakta-fakta lain berdasarkan fungsi waktu yang bersifat kontinyu.

      Dari ketiga bentuk penelitian tersebut, maka bentuk penelitian yang cocok digunakan dalam penelitian ini adalah studi hubungan (Interelationship Studies). Bentuk penelitian studi hubungan ini, digunakan untuk mengetahui bagaimanakah keterkaitan atau pengaruh model pembelajaran koperatif tipe jigsaw Terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas.

B.     Populasi Dan Sampel
1.      Populasi
Penelitian populasi dilakukan apabila peneliti ingin melihat semua yang ada dalam populasi. Apabila peneliti ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Objek yang ada pada populasi diteliti, hasilnya di analisis, disimpulkan dan kesimpulan itu berlaku untuk semua populasi, penelitian populasi dapat dilakukan bagi populasi terhingga dan subjeknya tidak terlalu banyak. Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 131) “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”. Sugiyono (2012:117) populasi adalah “Wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Sedangkan menurut Hamid Darmadi (2011:46) mengatakan “Populasi artinya seluruh subjek di dalam wilayah penelitian dijadikan subjek penelitian.
Berdasarkan ketiga pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek/objek yang memiliki karateristik tertentu yang dapat menjadi sumber data dalam suatu penelitian.
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Seluas.




Tabel 3.1
Distribusi populasi
Siswa  kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Seluas
No.
Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah
Laki-laki
Perempuan
1.
X A
17
15
32
2.
X B
18
14
32
3.
X C
17
14
31
JUMLAH
52
43
95
Sumber :TU Sekolah Menengah Atas Negeri Seluas 2012/2013
2.      Sampel
Meneliti sebagian dari populasi maka penelitian tersebut dinamakan penelitian sampel, dinamakan penelitian sampel apabila peneliti bermaksud untuk menggenaralisasikan hasil penelitian sampel. Yang di maksud dengan menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi. Pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat berfungsi atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya. Menurut suharsimi Arikunto (2006: 131), “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. Sedangkan menurut Sugiyono (2010:119) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakeristik yang dimiliki populasi tersebut. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi sumber data yang benar-benar objektif yang dapat menggambarkan keadaan populasi yang sesungguhnya.
Menurut Zuldafrial (2009:33-34) mengemukakan ada dua macam teknik penarikan sampel yaitu teknik random sampling dan teknik non random sampling. Berdasarkan kedua teknik yang dikemukakan diatas maka peneliti dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling yang digunakan untuk memilih sampel penelitian. Teknik random sampling merupakan teknik pengambilan sampel secara acak tanpa pilih bulu. Dalam teknik ini semua individu dalam populasi baik secara sendiri atau secara bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Adapun langkah-langkah teknik random sampling menurut Zuldafrial (2009:33:34) adalah sebagai berikut.
1.      Buatlah suatu daftar yang berisi semua subjek, objek, peristiwa atau kelompok-kelompok yang ada dalam populasi
2.      Berilah kode-kode yang berwujud angka-angka untuk setiap subjek, objek peristiwa atau kelompok yang dimaksud dalam poin 1.
3.      Tulislah kode-kode itu dalam lembar kertas kecil
4.      Gulung kertas itu baik-baik
5.      Masuk kertas itu kedalam tempolong, kaleng atau tempat yang bisa digunakan untuk mengocok kertas yang telah dimasukan
6.      Kocok kotak tersebut dan keluarkan lewat lubang pengeluaran yang telah dibuat.
7.      Ambillah kertas gulungan sebanyak yang dibutuhkan

Berdasarkan pendapat di atas, penulis ingin menentukan pemilihan sampel dengan cara tradisional (undian). Peneliti akan mengikuti langkah-langkah seperti di atas, yaitu sebagi berikut :
1.      Populasi terdiri dari tiga kelas yaitu kelas XA berjumlah 32 siswa, XB berjumlah 32 siswa, XC berjumlah 31 siswa, jadi jumlah populasi yang terdiri dari tiga kelas yang akan dijadikan sampel penelitian berjumlah 95 siswa,  Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas kabupaten Bengkayang
2.      Kode-kode yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kelas XA, XB, XC
3.      Kemudian kertas digulung dengan rapi agar mudah dimasukan kedalam lubang tempat yang telah disediakan
4.      Kode anggota populasi yang telah dipilih kemudian dimasukan kedalam tempat yang disediakan, kemudian popalasi yang telah dimasukan dikocok dan dikeluarkan melalui lubang yang telah disediakan.
5.      Setelah semuanya selesai, ternyata yang keluar adalah kelas XC, maka peneliti memilih kelas XC sebagai sampel penelitian, sesuai dengan hasil undian yang telah dilakukan oleh peneliti.
Jadi, berdasarkan langkah-langkah  pemilihan sampel dengan cara teknik random sampling, terpilihlah kelas  XC yang berjumlah 31 orang sebagai sampel penelitian




C.      Teknik Dan Alat Pengumpulan Data
1.    Teknik Pengumpul Data
            Suatu penelitian disamping penggunaan metode yang tepat diperlukan pula kemampuan memilih dan bahkan juga menyusun teknik dan alat pengumpul data yang relevan. Teknik pengumpulan data sangat ditentukan oleh jenis data yang akan dikumpulkan. Menurut Hadari Nawawi (2012: 100)  mengemukakan, ”enam teknik penelitian sebagai cara yang dapat ditempuh untuk mengumpulkan data”. Keenam teknik itu adalah:
a. Teknik Observasi Langsung
b.Teknik Observasi Tidak Langsung
c. Teknik Komunikasi Langsung
d.      Teknik Komunikasi Tidak Langsung
e. Teknik Pengukuran
f. Teknik Studi Dukumenter/Bibliographis

Berdasarkan pendapat diatas, teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung, teknik komunikasi tidak langsung dan teknik studi documenter.
Berikut akan dijelaskan dari ke empat teknik di atas :
a.         Teknik observasi langsung
Sutrisno Hadi (dalam Sugiono, 2010:203) mengemukakan bahwa “Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikhologis”. Teknik observasi langsung adalah cara untuk mengumpul data yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian yang pelaksanaannya langsung pada tempat dimana suatu peristiwa, keadaan atau situasi sedang terjadi menggunakan pedoman dan pencatatan data berupa pedoman observasi.
Berdasarkan pengertian tersebut, observasi merupakan salah satu metode untuk mendapatkan data. Jadi teknik observasi langsung merupakan cara untuk mengumpulkan data yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan langsung yang tampak pada objek penelitian. Teknik observasi langsung dilakukan pada saat guru melaksanakan pembelajaran di kelas saat menyampaikan dan menggunakan model pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini di mana peneliti mengadakan pengamatan langsung terhadap guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Seluas, berupa pedoman observasi.
b.      Teknik komunikasi langsung
Peneliti dalam memperoleh data dengan menggunakan teknik komunikasi langsung, dimana harus langsung berhadapan dengan subjek/objek secara lisan. Menurut Hadari Nawawi (2009: 100) ”Teknik ini adalah cara mengumpulkan data yang mengharuskan seorang peneliti mengadakan kontak langsung secara lisan atau tatap muka dengan sumber data, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi yang sengaja dibuat untuk keperluan tersebut. 
         Sedangkan menurut Zudafrial (2009: 46) menyebutkan,
Teknik komunikasi langsung dalam penelitian adalah suatu metode pengumpulan data dimana sipeneliti langsung berhadapan dengan subjek penelitian untuk mendapatkan data atau imformasi yang diperlukan melalui wawancara dengan subjek penelitian atau responden.

         Berdasarkan pendapat diatas dapat di simpulkan bahwa teknik komunikasi lansung adalah dalam memperoleh data dengan bertemu langsung dengan obyek yang akan diteliti. Dalam penelitian ini  peneliti mengadakan tatap muka langsung secara lisan dengan sumber data, yaitu dengan guru mata Pendidikan Kewarganegaraan  Sekolah Menengah Atas Negeri 1 seluas.
c.       Teknik komunikasi tidak langsung
Peneliti dalam memperoleh data dengan menggunakan teknik komunikasi tidak langsung, dimana peneliti tidak berhadapan langsung dengan subjek/objek yang diteliti yaitu dengan menggunakan alat yang telah di persiapkan sebelumnya, sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti. Menurut  Hadari Nawawi (2009: 100) ”Teknik ini adalah cara mengumpulkan data yang dilakukan dengan mengadakan hubungan tidak langsung atau dengan perantara alat, baik berupa alat yang sudah tersedia maupun alat khusus yang dibuat untuk keperluan itu”. Sedangkan menurut Zuldafrial (2009: 46) menyebutkan,
Teknik komunikasi tidak langsung adalah suatu metode pengumpulan data, dimana sipeneliti tidak berhadapan langsung dengan subjek penelitian untuk mendapatkan data atau imformasi yang diperlukan tetapi dengan menggunakan angket yaitu sejumlah daftar pertanyaan yang harus di isi oleh subjek penelitian atau responden.
         Berdasar kan pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa teknik komunikasi tidak langsung adalah dalam memperoleh data dari sumber data dengan menggunakan perantara alat yang telah disiapkan sebelumnya. Berupa angket yang ditujukan kepada siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas.
d.      Teknik studi documenter
Suharsimi Arikunto (2006:158) “Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya”.
Dari pendapat di atas dapat penulis simpulkan, bahwa yang dimaksud dengan teknik dokumentasi adalah cara mengumpulkan data melalui dokumen-dokumen yang diperlukan dalam melengkapi data yang berhubungan dengan penyelidikan, yaitu dokumen tertulis yang berupa silabus, RPP, kisi-kisi dan pertanyaan untuk siswa. foto-foto dan lain-lain.
2.  Alat Pengumpulan Data
     Sesuai dengan teknik pengumpulan data di atas, maka alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :


a.         Panduan observasi
Penelitian dengan menggunakan alat panduan observasi ini dimana peneliti hanya memberikan tanda ceklis pada pengamatan yang dilakukan pada waktu tertentu. Menurut Zuldafrial (2009: 46) “Panduan observasi adalah alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian menggunakan teknik observasi secara langsung”. Dimana panduan observasi ini  sebelumnya sudah dibuat dan disusun secara sistematis sesuai dengan masalah yang akan diteliti.
b.        Panduan wawancara
Merupakan alat pengumpul data yang berisi pertanyaan yang akan disampaikan pada subjek/objek yang akan diteliti, untuk memperoleh data secara langsung. Menurut Zuldafrial (2009: 53) “Panduan wawancara merupakan alat pengumpul data dalam penelitian yang menggunakan teknik komunikasi lansung”. Berupa daftar sejumlah pertanyaan lisan yang disusun secara sistematis yang dijadikan acuan dalam mengadakan wawancara dengan sumber data, yang ditujukan kepada guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  Sekolah Menengah Atas Negeri I Seluas Kabupaten Bengkayang.
c.         Angket
Memperoleh data dengan menggunakan angket, dimana peneliti memberikan pertanyaan secara tertulis pada responden. Menurut Zuldafrial (2009: 56) “Angket merupakan alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian dengan komunikasi tidak langsung”. Berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis oleh responden. Yang diberikan pada siswa kelas X Sekolah Menengah Negri 1 Seluas.
d.        Dokumentasi
Dengan alat pengumpul data hasil belajar siswa berupa ulangan harian, yang diperlukan dalam penelitian dari arsip yang ada di Sekolah, dan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. 
           
D.      Teknik Analisis Data
Menurut Suharsimi Arikunto (2006:210) Sebelum dilakukan pemilihan statistik yang relevan untuk analisis data dalam suatu penelitian, maka tahapan analisis data yang dilakukan adalah dengan melakukan pengujian sampel penelitian, dengan uji prasyarat statistic dengan uji normalitas dan uji homogenitas.
           Menganalisis data yang digunakan dalam analisis deskriptif. Data yang telah diperoleh melalui pengumpulan angket dari responden kemudian dianalisa, karena data yang diperoleh dari angket ini masih berupa data kualitatif, maka untuk perhitungan statistiknya, datanya ditransformasikan menjadi data kuantitatif. Untuk memudahkan pengolahan data lebih lanjut dengan memberikan bobot pada setiap alternatif jawaban angket sebagai berikut:
1.   Alternatif jawaban (a) selalu/sangat baik diberi bobot 4
2.   Alternatif jawaban (b) sering/baik diberi bobot 3
3.   Alternatif jawaban (c) kadang-kadang/cukup baik diberi bobot 2
4.   Alternatif jawaban (d) tidak pernah/kurang baik diberi bobot 1
Adapun untuk menginterprestasikan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan menggunakan standar nilai yang ada, sebagaimana yang diungkapkan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Menengah atas Negeri 1 Seluas,  yaitu sebagai berikut:
No
Standar ketuntasan Minimal
Rentang Nilai
1.
2.
3.
4.
5
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat kurang
80-100
70-79
60-69
50-59
0-49

Untuk  mengolah data yang ada, baik untuk sub masalah I, II, dan III maka peneliti menggunakan rumus sebagai berikut:
1.         untuk menjawab sub masalah penelitian nomor 1 yang bertujuan untuk melihat kecendrungan data dengan rumus persentase (Nana Sudjana, 1998: 69) sebagai berikut:


 
  X% =    x 100 %
              Keterangan:
X%   : Persentase yang dicari
  n       : Jumlah alternatif jawaban
N      : Jumlah sampel penelitian

Tabel 3
Tolok ukur persentase
No
Kategori
Rentangan skor
Persentase
1
Baik sekali
76-100
76% - 100%
2
Baik
51-75
51% - 75%
3
Cukup
26-50
26% - 50%
4
Kurang
00-25
00% - 25%
Nana Sudjana, (1998:35)
2.      Untuk menjawab sub masalah ke-2 menggunakan rumus rata-rata (mean) menurut Andi Supangat (2008:46). Adapun rumusnya adalah sebagai berikut :
Keterangan :
                   = Rata-Rata
= Jumlah Data          
  = Banyak Data

3.      Untuk mencari pengaruh variabel bebas dan variabel terikat digunakan analisis regresi menurut Hamid Darmadi (2011: 320) dengan rumus, sebagai berikut:
= a + bx
Nilai a dan b dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
a =
b = 
Keterangan :
     : Dependent variabel/variabel terikat/variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
 a    : intercept (konstanta)
 b    : Koefisiensi regresi yang menunjukan nilai pada variabel terikat
 ∑X   : jumlah variabel bebas
∑Y    : jumlah variabel terikat
∑X2   : jumlah variabel bebas yang dikuadratkan
∑Y2   : jumlah variabel terikat yang dikuadratkan
n        : jumlah populasi/sampel