BAB III
PROSEDUR PENELITIAN
dinamisenakblogspot.com
babiiiskripsi.blogspot.com
A. Metode
Dan Bentuk Penelitian
Agar penelitian
ini lebih terarah untuk memecahkan masalah dalam penelitian perlu dipilih
metode dan bentuk penelitian yang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Untuk memperjelas tentang metode dan bentuk penelitian
ini akan diuraikan sebagai berikut :
1) Metode
Penelitian
Menurut
Suharsimi Arikunto (2006: 160) menyebutkan, “Metode penelitian adalah cara yang
digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya Sedangkan menurut
Sugiyono (2010: 1) menyebutkan, “Metode penelitian pada dasarnya merupakan
suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu".
Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat peneliti
simpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode penelitian adalah cara dalam
melakukan penelitian, agar penelitian yang dilaksanakan terarah dan dapat
mencapai tujuan yang dikhendaki.
Menurut Zuldafrial (2006 : 21) dalam
suatu penelitian pada dasarnya dapat di pergunakan salah satu dari
metode-metode yang di sebutkan di bawah
ini:
a.
Metode
filosofis
Metode
filosofis adalah suatu metode yang dipergunakan dalam memecahkan masalah
penelitian dengan cara rasional melalui perenungan atau pemikiran yang terarah,
mendalam dan mendasar tentang hakekat sesuatu yang diselidiki, baik dengan
mempergunakan pola berpikir aliran filsapat tertentu maupun dalam bentuk
analisa sistimatik berdasarkan pola berpikir induktif, deduktif, fenomonologis
dan lain-lain dengan memperhatikan hukum-hukum berpikir (logika).
b.
Metode
deskriptif
Metode
diskriptif adalah suatu metode yang dipergunakan didalam memecahkan masalah
penelitian dengan cara menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek
penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau
sebagaimana adanya.
c.
Metode
historis
Metode
historis adalah suatu metode yang dipergunakan didalam memecahkan masalah
penelitian dengan menggunakan data masa lalu atau peninggalan-peninggalan,baik
untuk memahami kejadian atau keadaan yang berlangsung pada masa lalu maupun
untuk memahami kejadian atau keadaan masa sekarang dalam hubungannya dengan
kejadian atau keadaan masa lalu yang juga kerap kali hasilnya dapat digunakan
untuk meramalkan kejadian atau keadaan masa yang akan datang.
d.
Metode
eksperimen
Metode
eksperimen adalah suatu metode yang dipergunakan didalam memecahkan masalah
penelitian dengan melakukan percobaan-percobaan.
Dengan melihat permasalahan yang akan
dibahas dalam penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah metode
deskriptif. Menurut Hadari Nawawi (2007: 67) menyatakan,
Metode
deskriptif dapat diartikan sebagai presedur pemecahan masalah yang diselidiki
dengan mengembangkan dan melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian
(seseorang, lembaga masyarakat dan lain-lain), pada saat sekarang berdasarkan
fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas peneliti
dalam peneitian ini menggunakan metode deskritif. Dapat peneliti simpulkan
bahwa metode diskriptif adalah suatu metode untuk memecahkan masalah dalam
suatu penelitian dengan memberikan gambaran subjek atau objek penelitian secara
objektif berdasarkan fakta yang ada pada saat penelitian.
2) Bentuk
Penelitian
Penggunaan metode deskriptif dalam
memecahkan masalah yang dihadapi dapat mencapai hasil guna yang tinggi, akan
diketengahkan beberapa bentuknya dalam suatu penelitian. Menurut Hadari Nawawi
(2007: 68) Bentuk-bentuk pokok dari metode diskriptif di golongkan menjadi tiga bentuk sebagai
berikut:
a.
Studi
Survey (Survey Studies)
Survey
bersfat menyeluruh yang kemudian akan dilanjutkan secara mengkhusus pada aspek
tertentu bilamana diperlukan studi yang mendalam.
b.
Studi
Hubungan (Interelationship Studies)
Dengan
menghubungkan fakta-fakta tersebut secara obyektif, yang ternyata cackrawala
pemecahan masalah menjadi semakin luas dan kegunaan hasil penelitian seemakin
bermanfaat.
c.
Studi
Perkembangan (Development Studies)
Pengelompokannya
sebagai bagian dari metode deskriptif karena studi ini bermaksud melukiskan hubungan
antara gejala-gejala sebagaimana adanya sekarang dengan fakta-fakta lain
berdasarkan fungsi waktu yang bersifat kontinyu.
Dari
ketiga bentuk penelitian tersebut, maka bentuk penelitian yang cocok digunakan
dalam penelitian ini adalah studi hubungan (Interelationship
Studies). Bentuk penelitian studi hubungan ini, digunakan untuk mengetahui
bagaimanakah keterkaitan atau pengaruh model pembelajaran koperatif tipe jigsaw
Terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas.
B. Populasi
Dan Sampel
1.
Populasi
Penelitian populasi dilakukan apabila
peneliti ingin melihat semua yang ada dalam populasi. Apabila peneliti ingin
meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya
merupakan penelitian populasi. Objek yang ada pada populasi diteliti, hasilnya
di analisis, disimpulkan dan kesimpulan itu berlaku untuk semua populasi,
penelitian populasi dapat dilakukan bagi populasi terhingga dan subjeknya tidak
terlalu banyak. Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 131) “Populasi adalah
keseluruhan subjek penelitian”. Sugiyono (2012:117) populasi adalah “Wilayah
generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya”. Sedangkan menurut Hamid Darmadi (2011:46)
mengatakan “Populasi artinya seluruh subjek di dalam wilayah penelitian
dijadikan subjek penelitian.
Berdasarkan ketiga pendapat di atas
dapat di simpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek/objek yang memiliki
karateristik tertentu yang dapat menjadi sumber data dalam suatu penelitian.
Adapun yang menjadi populasi dalam
penelitian ini adalah siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Seluas.
Tabel
3.1
Distribusi
populasi
Siswa kelas X
Sekolah Menengah Atas
Negeri I Seluas
No.
|
Kelas
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
1.
|
X A
|
17
|
15
|
32
|
2.
|
X B
|
18
|
14
|
32
|
3.
|
X C
|
17
|
14
|
31
|
JUMLAH
|
52
|
43
|
95
|
Sumber
:TU Sekolah Menengah Atas
Negeri Seluas 2012/2013
2. Sampel
Meneliti
sebagian dari populasi maka penelitian tersebut dinamakan penelitian sampel,
dinamakan penelitian sampel apabila peneliti bermaksud untuk
menggenaralisasikan hasil penelitian sampel. Yang di maksud dengan
menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang
berlaku bagi populasi. Pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa
sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat berfungsi atau dapat
menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya. Menurut suharsimi Arikunto
(2006: 131), “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”.
Sedangkan menurut Sugiyono (2010:119) sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakeristik yang dimiliki populasi tersebut. Berdasarkan pendapat di atas,
dapat disimpulkan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi sumber
data yang benar-benar objektif yang dapat menggambarkan keadaan populasi yang
sesungguhnya.
Menurut
Zuldafrial (2009:33-34) mengemukakan ada dua macam teknik penarikan sampel
yaitu teknik random sampling dan teknik non random sampling. Berdasarkan kedua
teknik yang dikemukakan diatas maka peneliti dalam penelitian ini menggunakan
teknik random sampling yang digunakan untuk memilih sampel penelitian. Teknik
random sampling merupakan teknik pengambilan sampel secara acak tanpa pilih
bulu. Dalam teknik ini semua individu dalam populasi baik secara sendiri atau
secara bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota
sampel. Adapun langkah-langkah teknik random sampling menurut Zuldafrial
(2009:33:34) adalah sebagai berikut.
1.
Buatlah
suatu daftar yang berisi semua subjek, objek, peristiwa atau kelompok-kelompok
yang ada dalam populasi
2.
Berilah
kode-kode yang berwujud angka-angka untuk setiap subjek, objek peristiwa atau
kelompok yang dimaksud dalam poin 1.
3.
Tulislah
kode-kode itu dalam lembar kertas kecil
4.
Gulung
kertas itu baik-baik
5.
Masuk
kertas itu kedalam tempolong, kaleng atau tempat yang bisa digunakan untuk
mengocok kertas yang telah dimasukan
6.
Kocok
kotak tersebut dan keluarkan lewat lubang pengeluaran yang telah dibuat.
7.
Ambillah
kertas gulungan sebanyak yang dibutuhkan
Berdasarkan
pendapat di atas, penulis ingin menentukan pemilihan sampel dengan cara tradisional (undian). Peneliti akan mengikuti langkah-langkah seperti di
atas, yaitu sebagi berikut :
1. Populasi
terdiri dari tiga kelas
yaitu kelas XA berjumlah 32 siswa, XB berjumlah 32 siswa, XC berjumlah 31 siswa, jadi jumlah populasi yang terdiri dari tiga
kelas yang akan dijadikan sampel penelitian berjumlah 95
siswa, Kelas
X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas kabupaten Bengkayang
2. Kode-kode
yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kelas XA, XB, XC
3. Kemudian
kertas digulung dengan rapi agar mudah dimasukan kedalam lubang tempat yang
telah disediakan
4. Kode
anggota populasi yang telah dipilih kemudian dimasukan kedalam tempat yang
disediakan, kemudian popalasi yang telah dimasukan dikocok dan dikeluarkan
melalui lubang yang telah disediakan.
5. Setelah
semuanya selesai, ternyata yang keluar adalah kelas XC, maka peneliti memilih
kelas XC sebagai sampel penelitian, sesuai dengan hasil undian yang telah
dilakukan oleh peneliti.
Jadi, berdasarkan langkah-langkah pemilihan sampel dengan cara teknik random
sampling, terpilihlah kelas XC yang berjumlah 31 orang sebagai sampel penelitian
C.
Teknik Dan Alat
Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpul Data
Suatu
penelitian disamping penggunaan metode yang tepat diperlukan pula kemampuan
memilih dan bahkan juga menyusun teknik dan alat pengumpul data yang relevan. Teknik
pengumpulan data sangat ditentukan oleh jenis data yang akan dikumpulkan.
Menurut Hadari Nawawi (2012: 100) mengemukakan, ”enam teknik penelitian sebagai
cara yang dapat ditempuh untuk mengumpulkan data”. Keenam teknik itu adalah:
a. Teknik Observasi Langsung
b.Teknik Observasi Tidak Langsung
c. Teknik Komunikasi Langsung
d.
Teknik Komunikasi
Tidak Langsung
e. Teknik Pengukuran
f. Teknik Studi Dukumenter/Bibliographis
Berdasarkan pendapat diatas,
teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
observasi langsung, teknik komunikasi langsung, teknik komunikasi tidak
langsung dan teknik studi documenter.
Berikut
akan dijelaskan dari ke empat teknik di atas :
a.
Teknik observasi langsung
Sutrisno Hadi (dalam Sugiono, 2010:203) mengemukakan
bahwa “Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang
tersusun dari berbagai proses biologis dan psikhologis”. Teknik observasi
langsung adalah cara untuk mengumpul data yang dilakukan melalui pengamatan dan
pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian yang pelaksanaannya
langsung pada tempat dimana suatu peristiwa, keadaan atau situasi sedang
terjadi menggunakan pedoman dan pencatatan data berupa pedoman observasi.
Berdasarkan
pengertian tersebut, observasi merupakan salah satu metode untuk mendapatkan
data. Jadi teknik observasi langsung merupakan cara untuk mengumpulkan data yang
dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan langsung yang tampak pada objek
penelitian. Teknik observasi langsung dilakukan pada saat guru melaksanakan
pembelajaran di kelas saat menyampaikan dan menggunakan model pembelajaran di
kelas. Dalam
penelitian ini di mana peneliti mengadakan pengamatan langsung terhadap guru
dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Seluas, berupa pedoman observasi.
b. Teknik
komunikasi langsung
Peneliti
dalam memperoleh data dengan menggunakan teknik komunikasi langsung, dimana
harus langsung berhadapan dengan subjek/objek secara lisan. Menurut Hadari
Nawawi (2009: 100) ”Teknik ini adalah cara mengumpulkan data yang mengharuskan
seorang peneliti mengadakan kontak langsung secara lisan atau tatap muka dengan
sumber data, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi yang
sengaja dibuat untuk keperluan tersebut.
Sedangkan menurut Zudafrial (2009: 46) menyebutkan,
Teknik komunikasi langsung dalam penelitian adalah suatu metode pengumpulan
data dimana sipeneliti langsung berhadapan dengan subjek penelitian untuk
mendapatkan data atau imformasi yang diperlukan melalui wawancara dengan subjek
penelitian atau responden.
Berdasarkan
pendapat diatas dapat di simpulkan bahwa teknik komunikasi lansung adalah dalam
memperoleh data dengan bertemu langsung dengan obyek yang akan diteliti. Dalam
penelitian ini peneliti mengadakan tatap
muka langsung secara lisan dengan sumber data, yaitu dengan guru mata Pendidikan
Kewarganegaraan Sekolah Menengah Atas
Negeri 1 seluas.
c. Teknik
komunikasi tidak langsung
Peneliti dalam
memperoleh data dengan menggunakan teknik komunikasi tidak langsung, dimana
peneliti tidak berhadapan langsung dengan subjek/objek yang diteliti yaitu
dengan menggunakan alat yang telah di persiapkan sebelumnya, sesuai dengan
permasalahan yang akan diteliti. Menurut
Hadari Nawawi (2009: 100) ”Teknik ini adalah cara mengumpulkan data yang
dilakukan dengan mengadakan hubungan tidak langsung atau dengan perantara alat,
baik berupa alat yang sudah tersedia maupun alat khusus yang dibuat untuk
keperluan itu”. Sedangkan menurut Zuldafrial (2009: 46) menyebutkan,
Teknik komunikasi tidak langsung adalah suatu metode
pengumpulan data, dimana sipeneliti tidak berhadapan langsung dengan subjek penelitian
untuk mendapatkan data atau imformasi yang diperlukan tetapi dengan menggunakan
angket yaitu sejumlah daftar pertanyaan yang harus di isi oleh subjek
penelitian atau responden.
Berdasar kan pendapat di atas dapat di
simpulkan bahwa teknik komunikasi tidak langsung adalah dalam memperoleh data
dari sumber data dengan menggunakan perantara alat yang telah disiapkan
sebelumnya. Berupa angket yang ditujukan kepada siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas.
d. Teknik
studi documenter
Suharsimi Arikunto (2006:158) “Dokumentasi, dari asal
katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan
metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti
buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan
harian, dan sebagainya”.
Dari pendapat di atas dapat penulis simpulkan, bahwa
yang dimaksud dengan teknik dokumentasi adalah cara mengumpulkan data melalui
dokumen-dokumen yang diperlukan dalam melengkapi data yang berhubungan dengan
penyelidikan, yaitu dokumen tertulis yang berupa silabus, RPP, kisi-kisi dan
pertanyaan untuk siswa. foto-foto dan lain-lain.
2. Alat Pengumpulan Data
Sesuai dengan teknik pengumpulan data di atas, maka alat
pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.
Panduan observasi
Penelitian dengan menggunakan alat panduan observasi
ini dimana peneliti hanya memberikan tanda ceklis pada pengamatan yang
dilakukan pada waktu tertentu. Menurut Zuldafrial (2009: 46) “Panduan observasi
adalah alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian menggunakan teknik
observasi secara langsung”. Dimana panduan observasi ini sebelumnya sudah dibuat dan disusun secara
sistematis sesuai dengan masalah yang akan diteliti.
b.
Panduan wawancara
Merupakan alat
pengumpul data yang berisi pertanyaan yang akan disampaikan pada subjek/objek
yang akan diteliti, untuk memperoleh data secara langsung. Menurut Zuldafrial
(2009: 53) “Panduan wawancara merupakan alat pengumpul data dalam penelitian
yang menggunakan teknik komunikasi lansung”. Berupa daftar sejumlah pertanyaan
lisan yang disusun secara sistematis yang dijadikan acuan dalam mengadakan
wawancara dengan sumber data, yang ditujukan kepada guru mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah
Menengah Atas Negeri I Seluas Kabupaten Bengkayang.
c.
Angket
Memperoleh data
dengan menggunakan angket, dimana peneliti memberikan pertanyaan secara
tertulis pada responden. Menurut Zuldafrial (2009: 56) “Angket merupakan alat
pengumpul data yang digunakan dalam penelitian dengan komunikasi tidak
langsung”. Berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara
tertulis oleh responden. Yang diberikan pada siswa kelas X Sekolah Menengah
Negri 1 Seluas.
d.
Dokumentasi
Dengan alat
pengumpul data hasil belajar siswa berupa ulangan harian, yang diperlukan dalam
penelitian dari arsip yang ada di Sekolah, dan sumber-sumber lain yang
berhubungan dengan masalah yang diteliti.
D.
Teknik Analisis Data
Menurut Suharsimi Arikunto
(2006:210) “Sebelum dilakukan pemilihan statistik yang relevan
untuk analisis data dalam suatu penelitian, maka tahapan analisis data yang
dilakukan adalah dengan melakukan pengujian sampel penelitian, dengan uji prasyarat
statistic dengan uji normalitas
dan uji homogenitas”.
Menganalisis
data yang digunakan dalam analisis deskriptif. Data yang telah diperoleh
melalui pengumpulan angket dari responden kemudian dianalisa, karena data yang
diperoleh dari angket ini masih berupa data kualitatif, maka untuk perhitungan
statistiknya, datanya ditransformasikan menjadi data kuantitatif. Untuk
memudahkan pengolahan data lebih lanjut dengan memberikan bobot pada setiap
alternatif jawaban angket sebagai berikut:
1.
Alternatif jawaban (a) selalu/sangat
baik diberi bobot 4
2.
Alternatif jawaban (b) sering/baik
diberi bobot 3
3.
Alternatif jawaban (c)
kadang-kadang/cukup baik diberi bobot 2
4.
Alternatif jawaban (d) tidak
pernah/kurang baik diberi bobot 1
Adapun
untuk menginterprestasikan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan menggunakan standar nilai yang ada, sebagaimana yang
diungkapkan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Menengah atas Negeri 1
Seluas, yaitu sebagai berikut:
No
|
Standar ketuntasan Minimal
|
Rentang Nilai
|
1.
2.
3.
4.
5
|
Sangat
baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat
kurang
|
80-100
70-79
60-69
50-59
0-49
|
Untuk
mengolah data yang ada, baik untuk sub masalah I, II, dan III maka
peneliti menggunakan rumus sebagai berikut:
1.
untuk
menjawab sub masalah penelitian nomor 1 yang bertujuan untuk melihat
kecendrungan data dengan rumus persentase (Nana Sudjana, 1998: 69) sebagai berikut:
X% =
x 100 %
Keterangan:
X% : Persentase
yang dicari
n :
Jumlah alternatif jawaban
N : Jumlah sampel penelitian
Tabel 3
Tolok ukur persentase
No
|
Kategori
|
Rentangan skor
|
Persentase
|
1
|
Baik sekali
|
76-100
|
76% - 100%
|
2
|
Baik
|
51-75
|
51% - 75%
|
3
|
Cukup
|
26-50
|
26% - 50%
|
4
|
Kurang
|
00-25
|
00% - 25%
|
Nana Sudjana, (1998:35)
2. Untuk
menjawab sub masalah ke-2 menggunakan rumus rata-rata (mean) menurut Andi
Supangat (2008:46). Adapun rumusnya adalah sebagai berikut :
Keterangan
:
= Rata-Rata
= Jumlah Data
= Banyak Data
3. Untuk mencari pengaruh variabel bebas dan variabel
terikat digunakan analisis regresi menurut Hamid Darmadi (2011: 320) dengan
rumus, sebagai berikut:
= a + bx
Nilai
a dan b dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
a
=
b =
Keterangan :
: Dependent variabel/variabel
terikat/variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
a :
intercept (konstanta)
b :
Koefisiensi regresi yang menunjukan nilai pada variabel terikat
∑X : jumlah
variabel bebas
∑Y : jumlah variabel terikat
∑X2 : jumlah variabel bebas yang
dikuadratkan
∑Y2 : jumlah variabel terikat yang
dikuadratkan
n : jumlah populasi/sampel