ANALISIS
DATA
A.
Penyajian
Data
Menguraikan hasil penelitian, maka diperlukan analisa data
karena data tersebut dapat dipergunakan untuk membuat suatu kesimpulan dalam
bentuk menerima atau menolak hipotesis yang telah dirumuskan. Sebagaimana
yang telah dikemukakan sebelumnya, bahwa dalam penelitian ini yang menjadi
sumber data adalah 1 orang guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, yaitu Bapak Bernabas Simi,
S.Pd, yang mengajar di
kelas X, dan siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Seluas, berjumlah 95 orang siswa.
Berdasarkan jumlah responden dalam
penelitian ini maka angket yang disebarkan adalah sebanyak 31 angket. Selain
penyebaran angket penelitian ini juga memperoleh data melalui wawancara yang
diberikan kepada guru mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan yang mengajar di kelas X dan observasi langsung
yang dilakukan di kelas pada jam guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
berlangsung. Hal ini untuk memperkuat data dan merupakan data pendukung yang
diperoleh melalui wawancara dan angket. Proposal penelitian diseminarkan pada
tangal 05 Mei
2013 guna mencapai
kesepakatan mengenai judul, masalah, variabel, serta metode
penelitian. Setelah pelaksanaan seminar, peneliti dimulai dengan persiapan yang
meliputi penyusunan instrumen sebagai berikut:
1. Sebelum menyusun butir-butir pertanyaan, terlebih
dahulu menyusun kisi-kisi angket yang mangacu variabel penelitian beserta
aspek-aspek dan indikatornya yang akan diteliti dan dikonsultasikan kepada
pembimbing. Berdasarkan kisi-kisi angket, maka disusunlah butir-butir
pertanyaan, butir-butir pertanyaan sebanyak 30 pertanyaan, masing-masing item
memiliki empat pilihan jawaban
2. Menyusun
angket
untuk siswa yang berisikan tentang koperatif
tipe jigsaw oleh guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
3. Menyusun
pedoman observasi dan pedoman wawancara
B.
Pelaksanaan
Penelitian
Setelah instrumen tersebut selesai, dan
disetujui oleh Pembimbing kedua pada tanggal 2 September
2013 dan Pembimbing Utama pada tanggal 4
September 2013,
peneliti mendapat Surat Permohonan Ijin Penelitian dari Pembantu Ketua I STKIP-PGRI
Pontianak nomor : L.308.1/BAUK/IP/3500IX/
2013 tertanggal 6 sepetember 2013
dan diajukan kepada Kepala Sekolah Menengah Atas
Negeri 1 Seluas. Dengan dikeluarkannya Surat Ijin
Penelitian dari Pembantu Ketua I STKIP-PGRI Pontianak, maka kegiatan penelitian
segera dilaksanakan. Kegiatan pertama adalah konsultasi dengan Kepala Sekolah
pada tanggal 09 Sepetember 2013. Selanjutnya,
pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan penyebaran
angket pada siswa kelas X
di Sekolah Menengah Atas Negeri 1
Seluas.
Berlangsung pada tanggal
10 Sepetember
2013 sampai selesai, dengan dilaksanakannya
kegiatan pengumpulan data tersebut, maka pihak sekolah kemudian mengeluarkan
Surat Keterangan telah melaksanakan penelitian dengan nomor : 421/ 125/SMAN 1 SLS/IX/2013, tertanggal
18 september
2013 dan ditanda tangani oleh Kepala Sekolah
Menengah Atas Negeri 1 Seluas.
C.
Pengolahan
dan Analisis Data
1.
Pengolahan
Data
Data yang diperoleh melalui angket pada
dasarnya masih bersifat kualitatif. Oleh sebab itu, data tersebut masih harus
ditransformasikan menjadi data kuantitatif atau data dalam bentuk angka yang
nilainya diperoleh dari bobot yang diberikan untuk masing-masing pilihan
jawaban dalam soal angket. Berdasarkan ketentuan bobot tersebut diperoleh
distribusi skor kuantitatif data untuk variabel bebas (koperatif tipe jigsaw oleh guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan ) dan untuk variabel terikat (hasil belajar siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas).
Adapun perubahan data kualitatif menjadi
data kuantitatif tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini : (Lihat
lampiran).
2.
Analisis
Data dan Hasil Penelitian
a. Analisis Persentase Pengaruh Model
Pembelajaan Koperatif Tipe Jigsaw Oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan Di Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas.
Berdasarkan pada pengolahan data
tersebut, maka langkah-langkah menentukan tolok ukur koperatif tipe jigsaw
oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan
menggunakan pendapat Popham James dan Sirotnik, Kenneth. A
(dalam Sudjana 1998):
Tolok ukur yang digunakan dalam analisis
data dalam penelitian ini dapat dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Tolok ukur kategori koperatif tipe jigsaw
|
No
|
Kategori
|
Rentangan skor
|
Persentase
|
|
1
|
Baik sekali
|
76-100
|
76%
- 100%
|
|
2
|
Baik
|
51-75
|
51%
- 75%
|
|
3
|
Sedang
|
26-50
|
26%
- 50%
|
|
4
|
Rendah
|
00-25
|
00%
- 25%
|
Nana Sudjana, (1998:35)
Dengan menggunakan tolok ukur yang
tertera pada tabel 4.1
maka pengaruh koperatif tipe jigsaw
oleh orang guru mata pelajaran pendidikan
kewarganegaraan, secara keseluruhan dapat
disajikan pada tabel berikut ini.
Tabel
4.2
Persentase
skor aktual koperatif tipe jigsaw oleh guru mata pelajaran pendidikan
kewarganegaraan
terhadap skor maksimal ideal
|
No
|
Variabel/aspek dan
Indikator
|
Skor Maksimal
Ideal
|
Skor
Aktual
|
Persen-tase %
|
Kategori
|
|
|
Koperatif tipe
jigsaw
|
3720
|
2084
|
56, 02
|
Baik
|
|
1
|
Guru menjelaskan
hubungan timbal balik yang didasari adanya kepentingan yang sama
|
620
|
361
|
58,22
|
Baik
|
|
2
|
Guru merancang
struktur dan tugas-tugas kelompok
|
372
|
197
|
52,95
|
Baik
|
|
3
|
Guru merancang
struktur dan tugas-tugas kelompok
kelompok sehingga
termotivasi membantu sesama temannya
|
868
|
506
|
58,29
|
Baik
|
|
4
|
intraksi yang
langsung terjadi antar siswa tanpa adanya perantara
|
496
|
268
|
54,03
|
Baik
|
|
5
|
siswa saling
membantu dan bekerja sama antar kelompok
|
620
|
366
|
59,03
|
Baik
|
|
6
|
setiap anggota
kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi
|
744
|
386
|
51,88
|
Baik
|
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa pengaruh koperatif tipe jigsaw mencapai skor aktual 2084 dari skor maksimal
ideal 3720, berarti mencapai 56,02%. Dengan demikian pengaruh koperatif tipe jigsaw
yang di laksanakan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan tergolong “ baik”.
Untuk dapat
melihat pengaruh koperatif tipe jigsaw
oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan
secara rinci, maka perlu dilihat aspek-aspek/indikatornya adalah sebagai
berikut:
1) Indikator pengaruh koperatif tipe jigsaw guru
menjelaskan hubungan timbal balik yang didasari adanya kepentingan yang sama mencapai
skor aktual 361
dari skor maksimal ideal 620 berarti
mencapai 58,22%.
Dengan demikian koperatif tipe
jigsaw
guru menjelaskan hubungan timbal balik yang didasari
adanya kepentingan yang sama tergolong “Baik”.
2) Indikator
pengaruh koperatif tipe jigsaw guru
merancang strukur dan tugas-tugas kelompok mencapai
skor aktual dari skor aktual 197 dari skor maksimal
ideal 372 berarti mencapai 52,95%. Dengan demikian koperatif tipe jigsaw guru merancang strukur dan tugas-tugas kelompok tergolong
“Baik”.
3) Indikator
koperatif tipe jigsaw guru merancang struktur dan tugas kelompok sehingga siswa
termotivasi membantu sesama temannya mencapai skor
aktual 506 dari skor maksimal
ideal 868 berarti mencapai 58,29%. Dengan demikian tergolong
“ Baik”.
4) Indikator
koperatif tipe jigsaw interaksi yang terjadi tanpa adanya perantara
mencapai skor aktual 213
dari skor maksimal ideal 372
berarti mencapai 54,03%.
Dengan demikian koperatif tipe
jigsaw
interaksi yang terjadi tanpa adanya perantara
tergolong “Baik”.
5) Indikator
koperatif tipe jigsaw siswa saling membantu dan bekerja sama antar kelompok mencapai
skor aktual 366
dari skor maksimal ideal 620
berarti mencapai 49,86%. Dengan demikian tergolong “Baik”.
6) Indikator
koperatif tipe jigsaw setiap anggota kelompok (siswa)
akan dikenai evaluasi mencapai skor aktual 386 dari skor maksimal
ideal 744 berarti mencapai 51,88%. Dengan demikian koperatif tipe jigsaw siswa setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai
evaluasi
tergolong “Baik”.
a.
Analisis
Rata-Rata Hasil Belajar Siswa (Y)
Tabel
4.3
Analisis
Deskriptif Tentang Hasil Belajar Siswa Dalam
Pembelajaran
PKn Kelas
X
|
No
|
Nama
Siswa
|
Nilai
Ulangan
Harian
|
Kategori
|
|
1
|
Ahmad Sodikin
|
80
|
Sangat Baik
|
|
2
|
Hermasi
|
75
|
Baik
|
|
3
|
Imam Maliki
|
80
|
Sangat Baik
|
|
4
|
Desi
|
75
|
Baik
|
|
5
|
Alwisius Epata
|
85
|
Sangat Baik
|
|
6
|
Dedy Aryani
|
85
|
Sangat Baik
|
|
7
|
Emi Erawati
|
80
|
Sangat Baik
|
|
8
|
Ardi Feryanto
|
80
|
Sangat Baik
|
|
9
|
Wiwin Sowares
|
85
|
Sangat Baik
|
|
10
|
Bagas Opi
|
80
|
Sangat Baik
|
|
11
|
Kristina Deviyanti
|
80
|
Sangat Baik
|
|
12
|
Frengki
|
70
|
Baik
|
|
13
|
Agung Frahezza
|
75
|
Baik
|
|
14
|
Tasia Suit
|
85
|
Sangat Baik
|
|
15
|
Firma Kurnia Pratama
|
70
|
Baik
|
|
16
|
Sumardi
|
75
|
Baik
|
|
17
|
Muhamad Sama’un
|
80
|
Sangat Baik
|
|
18
|
Wina Oktasari
|
85
|
Sangat Baik
|
|
19
|
Noval Gundul
|
75
|
Baik
|
|
20
|
Lorensius Xaverius
|
80
|
Sangat Baik
|
|
21
|
Dewi Susanti
|
85
|
Sangat Baik
|
|
22
|
Puguh Setiawan
|
80
|
Sangat Baik
|
|
23
|
Hariyati
|
75
|
Baik
|
|
24
|
Suci Andriani
|
80
|
sangat Baik
|
|
25
|
Juliana
|
75
|
Baik
|
|
26
|
Uray Melda Urbawati
|
75
|
Baik
|
|
27
|
Yusuf Amin
|
85
|
Sangat Baik
|
|
28
|
Efriyani
|
75
|
Baik
|
|
29
|
Kristian Ramon Suyogi
|
85
|
Sangat Baik
|
|
30
|
Enji Parsiah Sari
|
75
|
Baik
|
|
31
|
Olivia Helvetia
|
80
|
Baik
|
|
|
Jumlah
|
2395
|
|
Berdasarkan tabel di atas yang
didapat peneliti tentang hasil belajar siswa dari 31 orang responden
terdapat skor total minimal 2395,
maka mean rata-rata hasil belajar siswa pada nilai ulangan harian pada mata
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagai berikut :
Jika dibandingkan dengan tolok ukur
maka masuk dalam kategori sangat baik.
Berdasarkan penyajian data pada tabel 4.3 hasil belajar siswa maka
setiap nilai yang diperoleh siswa tersebut dapat dikategori dengan menggunakan
standar nilai yang ada di sekolah, sebagai berikut ini:
Tabel
4.4
|
No
|
Standar ketuntasan
Minimal
|
Rentang Nilai
|
|
1.
2.
3.
4.
5
|
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat kurang
|
80-100
70-79
60-69
50-59
0-49
|
b.
Analisis
pengaruh
koperatif tipe jigsaw
dengan Hasil Belajar Siswa Kelas X
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas
Untuk mengetahui apakah terdapat
pengaruh model pembelajaran koperatf
tipe jigsaw oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan
terhadap hasil belajar siswa kelas X
Sekolah Menengah Atas
Negeri 1 Seluas,
maka digunakan perhitungan rumus formula regresi sederhana dengan rumusan sebagai berikut :
Tabel
4.5
Data
untuk mencari koefisien pengaruh
model
pembelajaran koperatif tipe jigsaw
terhadap hasil belajar
siswa
|
No. Subjek
|
X
|
Y
|
X2
|
Y2
|
XY
|
|
1
|
83
|
80
|
6889
|
6400
|
6225
|
|
2
|
48
|
75
|
2304
|
5625
|
3600
|
|
3
|
97
|
80
|
9409
|
6400
|
7760
|
|
4
|
81
|
75
|
6561
|
5625
|
6075
|
|
5
|
82
|
85
|
6724
|
7225
|
6970
|
|
6
|
80
|
85
|
6400
|
7225
|
6800
|
|
7
|
83
|
80
|
6889
|
6400
|
6640
|
|
8
|
45
|
80
|
2025
|
6400
|
3600
|
|
9
|
79
|
85
|
6241
|
7225
|
6715
|
|
10
|
91
|
80
|
8281
|
4900
|
6370
|
|
11
|
68
|
80
|
4624
|
5625
|
4760
|
|
12
|
60
|
80
|
3600
|
4900
|
4200
|
|
13
|
73
|
75
|
5329
|
5625
|
5475
|
|
14
|
68
|
85
|
4624
|
7225
|
5780
|
|
15
|
59
|
70
|
3481
|
4900
|
4130
|
|
16
|
57
|
75
|
3249
|
5625
|
4275
|
|
17
|
74
|
80
|
5476
|
6400
|
5920
|
|
18
|
60
|
85
|
3600
|
7225
|
5100
|
|
19
|
85
|
75
|
7225
|
5625
|
6375
|
|
20
|
61
|
80
|
3721
|
6400
|
4880
|
|
21
|
60
|
85
|
3600
|
6400
|
4800
|
|
22
|
58
|
80
|
3364
|
6400
|
4640
|
|
23
|
63
|
75
|
3969
|
5625
|
4725
|
|
24
|
62
|
80
|
3844
|
5625
|
4650
|
|
25
|
41
|
80
|
1681
|
6400
|
3280
|
|
26
|
58
|
75
|
3364
|
5625
|
4350
|
|
27
|
45
|
85
|
2025
|
6400
|
3600
|
|
28
|
63
|
70
|
3969
|
4900
|
4410
|
|
29
|
59
|
85
|
3481
|
7225
|
5015
|
|
30
|
60
|
75
|
3600
|
5625
|
4200
|
|
31
|
62
|
80
|
3844
|
5625
|
7280
|
|
Jumlah
|
2084
|
2395
|
143393
|
186825
|
162600
|
Setelah data
dimasukan dan dihitung ke dalam tabel, selanjutnya dapat dihitung koefisien
antara koperatif tipe jigsaw
sebagai variabel bebas (X) dengan hasil belajar siswa kelas X sebagai variabel
terikat (Y) dengan perhitungan, berikut ini.
Diketahui:
Nilai a dan b dapat dihitung dengan rumus sebagai
berikut :
a =
b
=
Diketahui :
= 31 åx2 = 143393
åx = 2084 åy2 = 186825
åy = 2395 åxy = 162600
Perhitungan Persamaan Regresi
a =
b
=
b
=
b
=
b
=
b= 0,483
a=77,25–
0,483 (67,22)= 44,78
Jadi persamaan
regresi sampel sebagai penduga regresi populasinya adalah :
Y ̂ = a + bx
(Y ) ̂ = 44,78+
0,483
(Y) = 45,263
Uji
Keberartian Regresi
Diketahui
:
|
N=
31
|
|
|
a
= 44,78
b
= 0,483
|
1.
Menentukan Rumus
Hipotesis Ho dan Ha
Ho
: p = 0 : Tidak ada pengaruh
variabel x terhadap variabel y
Ha
: p
0
: Terdapat pengaruh
variabel x terhadap variabel y
2.
Menghitung Jumlah
Kuadrat Regresi
3.
Menghitung Jumlah
Kuadrat Regresi
=
0,483.
= 0,483.
= 0,483.
= 769,99
4.
Menghitung Jumlah
Kuadrat Residu
JK
res =
= 186825
– 185033,06– 769,99
= 1021, 95
5.
Menghitung Rata-rata
Jumlah Kuadrat Regresi
RJK reg (a) = JK reg (a) = 185033,06
6.
Menghitung Rata-rata
Jumlah Kuadrat Regresi
RJK
reg (b/a) = JK reg (b/a) = 769,99
7.
Menghitung Jumlah
Rata-rata Jumlah Kuadrat Residu
RJK
res =
=
= 32,96
8.
Menghitung Nilai Uji F
F=
9.
Menentukan Titik dan
Daerah Kritis
Nilai
F (tabel) pada
5% adalah F (95%)(1)(31)= 7,56
Hasil
perhitungan di atas ditemukan bahwa nilai
diperoleh
hasil = 23,36
sedangkan ftabel = 7,56, termasuk dalam kategori 31 pada taraf kepercayaan 5%. artinya F (hitung) lebih
besar dari nilai F (tabel) atau (Fh>Ft). Dengan demikian, hipotesis yang
diterima adalah Ha yaitu terdapat pengaruh model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw oleh
guru Pendidikan Kewarganegaraan terhadap hasil belajar siswa kelas X Sekolah
Menengah Atas Negeri 1 Seluas.
E.
Deskripsi
Hasil
Observasi
Hasil observasi kelas
X di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 seluas,
dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1.
Ya, Guru Pkn mengajar menggunakan model
pembelajaran koperatif tipe jigsaw yang menjelasakan hubungan timbal balik
antar siswa
2.
Ya, Siswa sadar bahwa mereka memiliki
kepentingan yang sama
3.
Ya, Guru Pkn menerapkan pembelajaran
koperatif jigsaw seperti yang diharapkan.
4.
Ya, Guru pkn menerapkan model
pembelajaran koperatif tipe jigsaw yang dapat menimbulkan hubungan timbal balik.
5.
Ya, Guru pkn menjelaskan pentingnya
hubungan timbal balik dalam proses belajar mengajar.
6.
Ya, Guru Pkn memimpin pembentukan
kelompok belajar.
7.
Ya, Guru Pkn memberikan tugas kepada
siswa
8.
Ya, Guru Pkn bertanya tentang tugas
yang telah diberikan.
9.
Ya, Guru Pkn membentuk kelompok ahli
10.
Ya, Guru memantau proses pembelajaran
11.
Ya, Kelompok ahli berkumpul membahas
materi yang telah diberikan
12.
Ya, Siswa menyampaikan menghargai
pendapat sesama teman
13.
Ya, Siswa belajar secara kelompok
14.
Ya, Siswa belajar dan menghargai
pendapat orang lain
15.
Ya, Siswa menghargai pendapat orang lain
16.
Ya, Siswa memberikan pandangan terhadap
pendapat orang lain
17.
Ya, Siswa bersedia menerima pendapat
orang lain
18.
Ya, Siswa mengajukan pendapat mengenai
hal-hal yang belum dipahaminya
19.
Ya, Siswa menjawab pertanyaan dari guru
atau siswa lainnya
20.
Ya, Siswa mengerjakan tugas atau latihan
dari guru
21.
Ya, Siswa mendengarkan masukan dari guru
selesai evaluasi
22.
Ya, Siswa membuat dan mengumpulkan
laporan hasil belajar kelompok
23.
Ya, Siswa menyimpulkan hasil dari proses
belajar
24.
Ya, Setelah selesai proses pembelajaran
Siswa mendengarkan masukan dan motivasi dari guru
25.
Ya, Siswa menyampaikan pendapat tentang
bagaimana proses pembelajaran koperatif tipe jigsaw.
26.
Ya, Guru memberikan penghargaan kepada
siswa baik kepada kelompok maupun individu
27.
Ya, Siswa senang dalam proses
pembelajaran koperatif tipe jigsaw
28.
Ya,Guru membantu membantu mengembangkan
keterampilan yang dimiliki siswa baik individu maupun kelompok
29.
Ya, Guru memberikan penghargaan kepada
kelompok yang mendapat nilai yang bagus
30.
Ya, Guru memotivasi siswa dan memberikan
penguatan kepada semua siswa
Berdasarkan hasil observasi diatas dapat
peneliti simpulkan bahwa di Sekolah Menengah Atas khususnya kelas X dimana guru
mengajar menggunakan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw. selama proses
belajar menggunakan koperatif tipe jigsaw menunjukan bahwa model jigsaw dapat
menumbuhkan kreatifitas dan pola pikir siswa sehinggga tanpa disadari model
pembelajaran koperatif tipe jigsaw mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar
siswa.
F.
Deskripsi
Hasil Wawancara
Hasil wawancara dilakukan berdasarkan pedoman wawancara
yang telah dibuat dan melakukan wawancara dengan guru Pendidikan Kewarganegaraan kelas X
di Sekolah Menengah Atas Negeri 1
Seluas
yang dilakukan pada saat penelitian. Hasil
wawancara dideskripsikan sebagai berikut ini.
1.
Pada saat mengajar
guru-guru banyak mengajar dengan menggunakan metode diskusi, salah satu model
yang pembelajaran yang pernah diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw.
2.
Cocok tidak
cocoknya model pembelajaran yang diterapkan tergantung situasi dan kondisi
kelas, karena setiap kelas mempunyai nilai yang berbeda-beda.
3.
Pernah, bahkan
model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pernah saya terapkan, jadi saya lihat
model pembejaran ini sangat cocok diterapkan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1
Seluas.
4.
Model pembelajaran
kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran yang menggunakan
kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 4-6 orang perkelompok, dalam
menentukan kelompok asal dan kelompok ahli yang pertama saya lakukan adalah
membentuk kelompok asal terlebih dahulu, dalam pembentukan kelompok asal harus
memperhatikan latar belakang dan nilai siswa karena jangan sampai dalam
pembentukan kelompok siswa harus heterogen, dalam pembentukan kelompok ahli
saya serahkan kepada masing-masing kelompok untuk memilih sendiri siapa yang
mewakili kelompok mereka.
5.
Sebelum proses
pembelajaran saya terlebih dahulu menyampaikan tujuan dan manfaat model
pembelajaran kooperatif jigsaw kepada agar siswa paham dan tau apa yang harus
mereka lakukan selama proses pembelajaran, kemudian selama selama proses
pembelajaran guru harus mendampingi siswa dengan memberikan motivasi dengan
menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran koperatif jigsaw
6.
Selama proses
pembelajaran siswa belajar bersama-sama secara berkelompok dalam menyelasaikan
tugas yang telah yang diberikan, begitu juga dengan respon siswa terhadap model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa sangat senang dengan model
pembelajaran ini, karena siswa diajarkan bertanggungjawab terhadap tugas yang
telah diberikan
7.
Dalam menerapkan
model pembelajaran jigsaw saya mengikuti langakah menurut Stephen,
Sike and Snappp dalam Rusman (2012:220) mengemukakan Langkah-langkah model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagai berikut :
a. Guru membagi suatu kelas menjadi
beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan
kemampuan yang berbeda. Kelompok ini disebut kelompok asal. Jumlah anggota
dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang
akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b. Tiap
siswa dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
c. Tiap
siswa dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
d. Anggota
dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/subbab yang sama bertemu
dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan subbab mereka
e. Setelah
selesai berdiskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan
bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang subbab yang mereka kuasai dan
tiap anggota lainnya mendengarkan dengan saksama
f. Tiap
tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
g. Guru
memberi evaluasi
8.
Kendala dalam
menerapkan kooperatif tipe jigsaw adalah selama kegiatan diskusi kelompok
berlangsung terkadang hanya didominasi oleh siswa-siswa yang pintar sehingga
mengakibatkan banyak siswa yang pasif.
9.
Menurut saya
kooperatif jigsaw ini merupakan model pembelajaran yang bagus sekali, model
jigsaw ini tidak hanya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi dapat
juga menumbuhkan keterampilan dan skill siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar