Sabtu, 06 Oktober 2018

BAB IV SKRIPSI


BAB IV
ANALISIS DATA

A.    Penyajian Data
Menguraikan hasil penelitian, maka diperlukan analisa data karena data tersebut dapat dipergunakan untuk membuat suatu kesimpulan dalam bentuk menerima atau menolak hipotesis yang telah dirumuskan. Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya, bahwa dalam penelitian ini yang menjadi sumber data adalah 1 orang guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, yaitu Bapak Bernabas Simi, S.Pd, yang mengajar di kelas X, dan siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Seluas, berjumlah 95 orang siswa.
Berdasarkan jumlah responden dalam penelitian ini maka angket yang disebarkan adalah sebanyak 31 angket. Selain penyebaran angket penelitian ini juga memperoleh data melalui wawancara yang diberikan kepada guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang mengajar di kelas X dan observasi langsung yang dilakukan di kelas pada jam guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berlangsung. Hal ini untuk memperkuat data dan merupakan data pendukung yang diperoleh melalui wawancara dan angket. Proposal penelitian diseminarkan pada tangal 05 Mei 2013 guna mencapai kesepakatan mengenai judul, masalah, variabel, serta metode penelitian. Setelah pelaksanaan seminar, peneliti dimulai dengan persiapan yang meliputi penyusunan instrumen sebagai berikut:
1.      Sebelum menyusun butir-butir pertanyaan, terlebih dahulu menyusun kisi-kisi angket yang mangacu variabel penelitian beserta aspek-aspek dan indikatornya yang akan diteliti dan dikonsultasikan kepada pembimbing. Berdasarkan kisi-kisi angket, maka disusunlah butir-butir pertanyaan, butir-butir pertanyaan sebanyak 30 pertanyaan, masing-masing item memiliki empat pilihan jawaban
2.      Menyusun angket untuk siswa yang berisikan tentang koperatif tipe jigsaw oleh guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
3.      Menyusun pedoman observasi dan pedoman wawancara

B.     Pelaksanaan Penelitian
Setelah instrumen tersebut selesai, dan disetujui oleh Pembimbing kedua  pada tanggal 2 September 2013 dan Pembimbing Utama pada  tanggal 4 September 2013, peneliti mendapat Surat Permohonan Ijin Penelitian dari Pembantu Ketua I STKIP-PGRI Pontianak nomor : L.308.1/BAUK/IP/3500IX/ 2013 tertanggal 6 sepetember 2013 dan diajukan kepada Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas. Dengan dikeluarkannya Surat Ijin Penelitian dari Pembantu Ketua I STKIP-PGRI Pontianak, maka kegiatan penelitian segera dilaksanakan. Kegiatan pertama adalah konsultasi dengan Kepala Sekolah pada tanggal 09 Sepetember 2013. Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan penyebaran angket pada siswa kelas X di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas. Berlangsung pada tanggal 10 Sepetember 2013 sampai selesai, dengan dilaksanakannya kegiatan pengumpulan data tersebut, maka pihak sekolah kemudian mengeluarkan Surat Keterangan telah melaksanakan penelitian dengan nomor : 421/ 125/SMAN 1 SLS/IX/2013, tertanggal 18 september 2013 dan ditanda tangani oleh Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas.

C.    Pengolahan dan Analisis Data
1.      Pengolahan Data
Data yang diperoleh melalui angket pada dasarnya masih bersifat kualitatif. Oleh sebab itu, data tersebut masih harus ditransformasikan menjadi data kuantitatif atau data dalam bentuk angka yang nilainya diperoleh dari bobot yang diberikan untuk masing-masing pilihan jawaban dalam soal angket. Berdasarkan ketentuan bobot tersebut diperoleh distribusi skor kuantitatif data untuk variabel bebas (koperatif tipe jigsaw  oleh guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan ) dan untuk variabel terikat (hasil belajar siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas).
Adapun perubahan data kualitatif menjadi data kuantitatif tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini : (Lihat lampiran).




2.      Analisis Data dan Hasil Penelitian
a.    Analisis Persentase Pengaruh Model Pembelajaan Koperatif Tipe Jigsaw Oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan Di Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas.
Berdasarkan pada pengolahan data tersebut, maka langkah-langkah menentukan tolok ukur koperatif tipe jigsaw oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan menggunakan pendapat Popham James dan Sirotnik, Kenneth. A (dalam Sudjana 1998):
Tolok ukur yang digunakan dalam analisis data dalam penelitian ini dapat dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Tolok ukur kategori koperatif tipe jigsaw
No
Kategori
Rentangan skor
Persentase
1
Baik sekali
76-100
76% - 100%
2
Baik
51-75
51% - 75%
3
Sedang
26-50
26% - 50%
4
Rendah
00-25
00% - 25%
Nana Sudjana, (1998:35)
Dengan menggunakan tolok ukur yang tertera pada tabel 4.1 maka pengaruh koperatif tipe jigsaw oleh orang guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, secara keseluruhan dapat disajikan pada tabel berikut ini.



Tabel 4.2
Persentase skor aktual koperatif tipe jigsaw oleh guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan terhadap skor maksimal ideal
No
Variabel/aspek dan
Indikator
Skor Maksimal
Ideal
Skor
Aktual
Persen-tase %
Kategori

Koperatif tipe jigsaw
3720
2084
56, 02
Baik
1
Guru menjelaskan hubungan timbal balik yang didasari adanya kepentingan yang sama
620
361
58,22
Baik
2
Guru merancang struktur dan tugas-tugas kelompok
372
197
52,95
Baik
3
Guru merancang struktur dan tugas-tugas kelompok
kelompok sehingga termotivasi membantu sesama temannya
868
506
58,29
Baik
4
intraksi yang langsung terjadi antar siswa tanpa adanya perantara
496
268
54,03
Baik
5
siswa saling membantu dan bekerja sama antar kelompok
620
366
59,03
Baik
6
setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi
744
386
51,88
Baik

 Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa pengaruh koperatif tipe jigsaw  mencapai skor aktual 2084 dari skor maksimal ideal 3720, berarti mencapai 56,02%. Dengan demikian pengaruh koperatif tipe jigsaw yang di laksanakan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan tergolong “ baik”.
Untuk dapat melihat pengaruh koperatif tipe jigsaw oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan secara rinci, maka perlu dilihat aspek-aspek/indikatornya adalah sebagai berikut:
1)   Indikator pengaruh koperatif tipe jigsaw guru menjelaskan hubungan timbal balik yang didasari adanya kepentingan yang sama mencapai skor aktual 361 dari skor maksimal ideal 620 berarti mencapai 58,22%. Dengan demikian koperatif tipe jigsaw guru menjelaskan hubungan timbal balik yang didasari adanya kepentingan yang sama tergolong “Baik”.
2)   Indikator pengaruh koperatif tipe jigsaw guru merancang strukur dan tugas-tugas kelompok mencapai skor aktual  dari skor aktual 197 dari skor maksimal ideal 372 berarti mencapai 52,95%. Dengan demikian koperatif tipe jigsaw guru merancang strukur dan tugas-tugas kelompok tergolong “Baik”.
3)   Indikator koperatif tipe jigsaw guru merancang struktur dan tugas kelompok sehingga siswa termotivasi membantu sesama temannya mencapai skor aktual 506 dari skor maksimal ideal 868 berarti mencapai 58,29%. Dengan demikian tergolong “ Baik”.
4)   Indikator koperatif tipe jigsaw interaksi yang terjadi tanpa adanya perantara mencapai skor aktual 213 dari skor maksimal ideal 372 berarti mencapai 54,03%. Dengan demikian koperatif tipe jigsaw interaksi yang terjadi tanpa adanya perantara tergolong “Baik”.
5)   Indikator koperatif tipe jigsaw siswa saling membantu dan bekerja sama antar kelompok mencapai skor aktual 366 dari skor maksimal ideal 620 berarti mencapai 49,86%. Dengan demikian tergolong “Baik”.
6)   Indikator koperatif tipe jigsaw setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi mencapai skor aktual 386 dari skor maksimal ideal 744 berarti mencapai 51,88%. Dengan demikian koperatif tipe jigsaw siswa setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi tergolong “Baik”.
a.      Analisis Rata-Rata Hasil Belajar Siswa (Y)
Tabel 4.3
Analisis Deskriptif Tentang Hasil Belajar Siswa Dalam
Pembelajaran PKn Kelas X
No
Nama Siswa
Nilai Ulangan
Harian
Kategori
1
Ahmad Sodikin
80
Sangat Baik
2
Hermasi
75
Baik
3
Imam Maliki
80
Sangat Baik
4
Desi
75
Baik
5
Alwisius Epata
85
Sangat Baik
6
Dedy Aryani
85
Sangat Baik
7
Emi Erawati
80
Sangat Baik
8
Ardi Feryanto
80
Sangat Baik
9
Wiwin Sowares
85
Sangat Baik
10
Bagas Opi
80
Sangat Baik
11
Kristina Deviyanti
80
Sangat Baik
12
Frengki
70
Baik
13
Agung Frahezza
75
Baik
14
Tasia Suit
85
Sangat Baik
15
Firma Kurnia Pratama
70
Baik
16
Sumardi
75
Baik
17
Muhamad Sama’un
80
Sangat Baik
18
Wina Oktasari
85
Sangat Baik
19
Noval Gundul
75
Baik
20
Lorensius Xaverius
80
Sangat Baik
21
Dewi Susanti
85
Sangat Baik
22
Puguh Setiawan
80
Sangat Baik
23
 Hariyati
75
Baik
24
Suci Andriani
80
sangat Baik
25
Juliana
75
 Baik
26
Uray Melda Urbawati
75
Baik
27
Yusuf Amin
85
Sangat Baik
28
Efriyani
75
Baik
29
Kristian Ramon Suyogi
85
Sangat Baik
30
Enji Parsiah Sari
75
Baik
31
Olivia Helvetia
80
 Baik

Jumlah
2395


Berdasarkan tabel di atas yang didapat peneliti tentang hasil belajar siswa dari 31 orang responden terdapat skor total minimal 2395, maka mean rata-rata hasil belajar siswa pada nilai ulangan harian pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagai berikut :
Jika dibandingkan dengan tolok ukur maka masuk dalam kategori sangat baik.





Berdasarkan penyajian data pada tabel 4.3 hasil belajar siswa maka setiap nilai yang diperoleh siswa tersebut dapat dikategori dengan menggunakan standar nilai yang ada di sekolah, sebagai berikut ini:
Tabel 4.4
No
Standar ketuntasan
Minimal
Rentang Nilai
1.
2.
3.
4.
5
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat kurang
80-100
70-79
60-69
50-59
0-49

b.      Analisis pengaruh koperatif tipe jigsaw dengan Hasil Belajar Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran koperatf tipe jigsaw oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan terhadap hasil belajar siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas, maka digunakan perhitungan rumus formula regresi sederhana dengan rumusan sebagai berikut :
Tabel 4.5
Data untuk mencari koefisien pengaruh model pembelajaran koperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar siswa
No. Subjek
X
Y
X2
Y2
XY
1
83
80
6889
6400
6225
2
48
75
2304
5625
3600
3
97
80
9409
6400
7760
4
81
75
6561
5625
6075
5
82
85
6724
7225
6970
6
80
85
6400
7225
6800
7
83
80
6889
6400
6640
8
45
80
2025
6400
3600
9
79
85
6241
7225
6715
10
91
80
8281
4900
6370
11
68
80
4624
5625
4760
12
60
80
3600
4900
4200
13
73
75
5329
5625
5475
14
68
85
4624
7225
5780
15
59
70
3481
4900
4130
16
57
75
3249
5625
4275
17
74
80
5476
6400
5920
18
60
85
3600
7225
5100
19
85
75
7225
5625
6375
20
61
80
3721
6400
4880
21
60
85
3600
6400
4800
22
58
80
3364
6400
4640
23
63
75
3969
5625
4725
24
62
80
3844
5625
4650
25
41
80
1681
6400
3280
26
58
75
3364
5625
4350
27
45
85
2025
6400
3600
28
63
70
3969
4900
4410
29
59
85
3481
7225
5015
30
60
75
3600
5625
4200
31
62
80
3844
5625
7280
Jumlah
2084
2395
143393
186825
162600

Setelah data dimasukan dan dihitung ke dalam tabel, selanjutnya dapat dihitung koefisien antara koperatif tipe jigsaw sebagai variabel bebas (X) dengan hasil belajar siswa kelas X sebagai variabel terikat (Y) dengan perhitungan, berikut ini.
Diketahui:
            = a + bx
Nilai a dan b dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
a =
b =
Diketahui :             =   31                                           åx2      =   143393
åx                              =   2084                                       åy2      =   186825
åy                              =   2395                                       åxy     =   162600
Perhitungan Persamaan Regresi
a =
 =  
  = = 77,25
b =
b =
b =
b =
b= 0,483
a=77,25– 0,483 (67,22)= 44,78
Jadi persamaan regresi sampel sebagai penduga regresi populasinya adalah :
Y ̂  = a + bx
(Y ) ̂ = 44,78+ 0,483
(Y) = 45,263
Uji Keberartian Regresi
Diketahui :
N= 31
=2084
 = 143393
=2395
=186825
=162600
a = 44,78
b = 0,483

1.      Menentukan Rumus Hipotesis Ho dan Ha
Ho : p = 0 : Tidak ada pengaruh variabel x terhadap variabel y
Ha : p  0 : Terdapat pengaruh variabel x terhadap variabel y
2.      Menghitung Jumlah Kuadrat Regresi
   =  = 185033,06
3.      Menghitung Jumlah Kuadrat Regresi
                               = b.
                                         = 0,483.
                                         = 0,483.
                                         = 0,483.
                                         = 769,99
4.      Menghitung Jumlah Kuadrat Residu
JK res                               =    
                                         = 186825185033,06769,99
                                         = 1021, 95
5.      Menghitung Rata-rata Jumlah Kuadrat Regresi
RJK reg (a) = JK reg (a) = 185033,06
6.      Menghitung Rata-rata Jumlah Kuadrat Regresi
RJK reg (b/a) = JK reg (b/a) = 769,99
7.      Menghitung Jumlah Rata-rata Jumlah Kuadrat Residu
RJK res             =  
                          = = 32,96


8.      Menghitung Nilai Uji F
F=
9.      Menentukan Titik dan Daerah Kritis
Nilai F (tabel) pada 5% adalah F (95%)(1)(31)= 7,56
Hasil perhitungan di atas ditemukan bahwa nilai diperoleh hasil = 23,36 sedangkan ftabel = 7,56, termasuk dalam kategori  31 pada taraf kepercayaan 5%. artinya F (hitung) lebih besar dari nilai F (tabel) atau (Fh>Ft). Dengan demikian, hipotesis yang diterima adalah Ha yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan terhadap hasil belajar siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas.

E.     Deskripsi Hasil Observasi
Hasil observasi kelas X di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 seluas, dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1.      Ya, Guru Pkn mengajar menggunakan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw yang menjelasakan hubungan timbal balik antar siswa
2.      Ya, Siswa sadar bahwa mereka memiliki kepentingan yang sama
3.      Ya, Guru Pkn menerapkan pembelajaran koperatif jigsaw seperti yang diharapkan.
4.      Ya, Guru pkn menerapkan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw yang dapat menimbulkan hubungan timbal balik.
5.      Ya, Guru pkn menjelaskan pentingnya hubungan timbal balik dalam proses belajar mengajar.
6.      Ya, Guru Pkn memimpin pembentukan kelompok belajar.
7.      Ya, Guru Pkn memberikan tugas kepada siswa
8.      Ya, Guru Pkn bertanya tentang tugas yang  telah diberikan.
9.      Ya, Guru Pkn membentuk kelompok ahli
10.  Ya, Guru memantau proses pembelajaran
11.  Ya, Kelompok ahli berkumpul membahas materi yang telah diberikan
12.  Ya, Siswa menyampaikan menghargai pendapat sesama teman
13.  Ya, Siswa belajar secara kelompok
14.  Ya, Siswa belajar dan menghargai pendapat orang lain
15.  Ya, Siswa menghargai pendapat orang lain
16.  Ya, Siswa memberikan pandangan terhadap pendapat orang lain
17.  Ya, Siswa bersedia menerima pendapat orang lain
18.  Ya, Siswa mengajukan pendapat mengenai hal-hal yang belum dipahaminya
19.  Ya, Siswa menjawab pertanyaan dari guru atau siswa lainnya
20.  Ya, Siswa mengerjakan tugas atau latihan dari guru
21.  Ya, Siswa mendengarkan masukan dari guru selesai evaluasi
22.  Ya, Siswa membuat dan mengumpulkan laporan hasil belajar kelompok
23.  Ya, Siswa menyimpulkan hasil dari proses belajar
24.  Ya, Setelah selesai proses pembelajaran Siswa mendengarkan masukan dan motivasi dari guru
25.  Ya, Siswa menyampaikan pendapat tentang bagaimana proses pembelajaran koperatif tipe jigsaw.
26.  Ya, Guru memberikan penghargaan kepada siswa baik kepada kelompok maupun individu
27.  Ya, Siswa senang dalam proses pembelajaran koperatif tipe jigsaw
28.  Ya,Guru membantu membantu mengembangkan keterampilan yang dimiliki siswa baik individu maupun kelompok
29.  Ya, Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat nilai yang bagus
30.  Ya, Guru memotivasi siswa dan memberikan penguatan kepada semua siswa
Berdasarkan hasil observasi diatas dapat peneliti simpulkan bahwa di Sekolah Menengah Atas khususnya kelas X dimana guru mengajar menggunakan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw. selama proses belajar menggunakan koperatif tipe jigsaw menunjukan bahwa model jigsaw dapat menumbuhkan kreatifitas dan pola pikir siswa sehinggga tanpa disadari model pembelajaran koperatif tipe jigsaw mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar siswa.

F.     Deskripsi Hasil Wawancara
Hasil wawancara dilakukan berdasarkan pedoman wawancara yang telah dibuat dan melakukan wawancara dengan guru Pendidikan Kewarganegaraan kelas X di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas yang dilakukan pada saat penelitian. Hasil wawancara dideskripsikan sebagai berikut ini.
1.      Pada saat mengajar guru-guru banyak mengajar dengan menggunakan metode diskusi, salah satu model yang pembelajaran yang pernah diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.
2.      Cocok tidak cocoknya model pembelajaran yang diterapkan tergantung situasi dan kondisi kelas, karena setiap kelas mempunyai nilai yang berbeda-beda.
3.      Pernah, bahkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pernah saya terapkan, jadi saya lihat model pembejaran ini sangat cocok diterapkan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seluas.
4.      Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran yang menggunakan kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 4-6 orang perkelompok, dalam menentukan kelompok asal dan kelompok ahli yang pertama saya lakukan adalah membentuk kelompok asal terlebih dahulu, dalam pembentukan kelompok asal harus memperhatikan latar belakang dan nilai siswa karena jangan sampai dalam pembentukan kelompok siswa harus heterogen, dalam pembentukan kelompok ahli saya serahkan kepada masing-masing kelompok untuk memilih sendiri siapa yang mewakili kelompok mereka.
5.      Sebelum proses pembelajaran saya terlebih dahulu menyampaikan tujuan dan manfaat model pembelajaran kooperatif jigsaw kepada agar siswa paham dan tau apa yang harus mereka lakukan selama proses pembelajaran, kemudian selama selama proses pembelajaran guru harus mendampingi siswa dengan memberikan motivasi dengan menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran koperatif jigsaw
6.      Selama proses pembelajaran siswa belajar bersama-sama secara berkelompok dalam menyelasaikan tugas yang telah yang diberikan, begitu juga dengan respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa sangat senang dengan model pembelajaran ini, karena siswa diajarkan bertanggungjawab terhadap tugas yang telah diberikan
7.      Dalam menerapkan model pembelajaran jigsaw saya mengikuti langakah menurut Stephen, Sike and Snappp dalam Rusman (2012:220) mengemukakan Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagai berikut :
a.       Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. Kelompok ini disebut kelompok asal. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b.      Tiap siswa dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
c.       Tiap siswa dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
d.      Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/subbab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan subbab mereka
e.       Setelah selesai berdiskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang subbab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan saksama
f.       Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
g.      Guru memberi evaluasi
8.      Kendala dalam menerapkan kooperatif tipe jigsaw adalah selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung terkadang hanya didominasi oleh siswa-siswa yang pintar sehingga mengakibatkan banyak siswa yang pasif.
9.      Menurut saya kooperatif jigsaw ini merupakan model pembelajaran yang bagus sekali, model jigsaw ini tidak hanya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi dapat juga menumbuhkan keterampilan dan skill siswa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar